“Apabila dalam beberapa hari ke depan kenaikan ini tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, maka langkah yang dapat kami ambil adalah menggelar operasi pasar. Itu yang menjadi fokus kami,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan, Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Bulog, dan Varianiaga guna menelaah perkembangan harga serta menentukan langkah pengendalian yang paling efektif.
Untuk menjaga stabilitas, Pemkot akan mengoptimalkan lima Toko Inflasi yang tersebar di Pasar Merdeka, Pasar Baqa, Pasar Sungai Dama, Pasar Segiri, serta satu titik di depan Kantor Dinas Ketapangtani.
“Toko Inflasi akan kami manfaatkan sebagai penyeimbang apabila terjadi lonjakan harga,” ujarnya.
Selain bahan pokok, komoditas ikan khususnya ikan layang juga menjadi perhatian karena rentan memicu inflasi ketika pasokan terganggu.
Marnabas mengimbau pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang pada masa permintaan tinggi.
Ia juga meminta Satgas Pangan meningkatkan pengawasan di lapangan agar distribusi tetap lancar. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Hindari pembelian secara berlebihan. Jika membutuhkan seperempat kilogram bawang, belilah seperlunya. Pembelian yang berlebihan justru dapat memicu kelangkaan,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar