Namun demikian, Seno mengakui tantangan utama berada pada sektor komunikasi di beberapa wilayah. “Infrastruktur telekomunikasi sudah membaik, tapi masih ada kendala di daerah tertentu. Kami berharap dukungan semua penyedia layanan komunikasi,” jelasnya.
Daerah-daerah yang berada di hulu Sungai Mahakam, seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat, mendapat perhatian khusus mengingat intensitas hujan yang masih tinggi hingga akhir tahun.
Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan bupati setempat untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait risiko naiknya permukaan air sungai secara tiba-tiba.
“Kami minta pemerintah kabupaten/kota mengimbau masyarakat yang tinggal di titik rawan agar segera mengungsi jika kondisi darurat,” kata Seno.
Simulasi ini, lanjut Seno, menjadi bukti komitmen Kaltim dalam memperkuat kesiapsiagaan dan membangun sistem mitigasi yang terpadu, terutama menjelang musim hujan yang rawan bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar