General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa rampungnya interkoneksi ini adalah bukti komitmen PLN dalam menjamin listrik sebagai hak masyarakat.
“Sistem Kaltim–Kaltara kini berdiri lebih kuat, siap memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, serta mendukung pertumbuhan masa depan Kalimantan,” ujarnya.
Kinerja jaringan semakin optimal dengan hadirnya lima titik pengatur daya baru di Maloy, Talisayan, Berau, Tanjung Selor, dan Tidang Pale.
Proyek ini juga dilengkapi teknologi monitoring serat optik serta sistem kendali digital siap integrasi 5G, memungkinkan respons cepat terhadap gangguan secara real-time.
Dengan selesainya interkoneksi ini, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan listrik yang andal, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kalimantan. Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi pondasi masa depan energi Borneo yang lebih terang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar