BorneoFlash.com, PENAJAM — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai berjalan lambat. Dari total sekitar 35.000 pelajar, baru 7.000 siswa atau 20 persen yang menerima manfaat program nasional tersebut.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi II DPRD PPU, Iskandar, yang menilai distribusi MBG perlu segera merata di seluruh sekolah agar tidak menimbulkan kecemburuan antarpelajar.
“Kami berharap MBG sekolah segera didistribusikan ke seluruh sekolah agar tidak ada kecemburuan,” ujarnya, pada Senin (24/11/2025).
Iskandar menjelaskan, keterlambatan distribusi disebabkan masih adanya beberapa proses yang harus diselesaikan, termasuk persiapan kantor khusus MBG.
“Lagi dipersiapkan kantornya. Barangkali juga itu prosesnya bertahap dikerjakan. Jadi kita harapkan kalau bangunannya sudah selesai, semua bisa siap dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya program ini bagi peningkatan kualitas gizi pelajar di PPU, sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“MBG ini penting untuk masyarakat PPU. Sesuai program Prabowo, bagaimana meningkatkan gizi anak-anak. Dengan makanan bergizi, otaknya lebih berjalan,” ujarnya.
Meski begitu, Iskandar mengakui bahwa PPU termasuk daerah dengan progres pelaksanaan MBG yang masih lambat.
“Kita di Penajam ini lambat. Kita harapkan program ini bisa berjalan sesuai harapan Prabowo, karena kalau tidak, bisa menimbulkan kecemburuan bagi daerah lain,” tambahnya.
Selain itu, ia turut menyoroti distribusi bahan pangan MBG yang saat ini sepenuhnya didatangkan dari pusat. Menurutnya, ke depan program ini seharusnya dapat memberdayakan produk lokal.
“Bahan makanannya didatangkan dari pusat. Saya harapkan bisa menggunakan bahan dari PPU karena di sini banyak bahan yang bisa dipakai untuk MBG,” ungkapnya.
Iskandar berharap program MBG tidak mengalami hambatan berkepanjangan.
“Harapan kita bisa berjalan lancar, jangan sampai program ini tersendat-sendat,” tegasnya. (*/Adv)






