BorneoFlash.com, JAKARTA – Krisis kemanusiaan di Sudan terus memburuk. Lebih dari separuh penduduk negara itu kini membutuhkan bantuan darurat di tengah perang berkepanjangan antara militer Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang pecah sejak April 2023.
Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa hampir 12 juta warga mengungsi, menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan terbesar di dunia saat ini.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Denmark, Charlotte Slente, mengatakan situasinya “tak terbayangkan”.
“Kami melihat lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan, setara dengan separuh penduduk Sudan,” ujarnya setelah meninjau wilayah perbatasan di Chad, dilansir AFP.
Slente menambahkan, timnya menemukan indikasi kuat terjadinya pembantaian massal, kekerasan seksual, penahanan, penculikan, pemindahan paksa, hingga penyiksaan. Ia menyoroti minimnya perhatian dunia atas tragedi yang terus membesar ini.
Darfur Terbakar, El-Fasher JatuhKekerasan di Darfur meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir. RSF berhasil menguasai kota penting El-Fasher, benteng terakhir militer Sudan di Darfur, setelah pengepungan selama 18 bulan.
Menurut Sudan Doctors Network, sekitar 14.000 orang tewas selama pengepungan akibat pengeboman, kelaparan, dan pembunuhan sewenang-wenang.
Human Rights Watch melaporkan pembunuhan massal terhadap komunitas Massalit dan kelompok non-Arab, memperkuat indikasi terjadinya pembersihan etnis.
Citra satelit yang dirilis Yale Humanitarian Research Lab menunjukkan jasad-jasad bergelimpangan dengan noda merah yang diduga darah, pasca RSF menguasai El-Fasher.
RSF juga dilaporkan mengeksekusi warga, termasuk di rumah sakit. WHO mencatat 460 orang dibunuh di Rumah Sakit Bersalin Saudi, sementara laporan AP mencatat pembantaian serupa di fasilitas kesehatan lainnya.
Hingga kini, konflik di Sudan diperkirakan telah menewaskan 150.000 orang, dengan 21 juta warga mengalami kerawanan pangan akut, termasuk ratusan ribu di ambang kelaparan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar