E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 17 November 2025: Genosida di Sudan Kian Nyata: 12 Juta Mengungsi, RSF Kuasai Darfur dan Bergerak ke Timur

lihat foto
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 17 November 2025
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 17 November 2025

BorneoFlash.com, JAKARTA – Krisis kemanusiaan di Sudan terus memburuk. Lebih dari separuh penduduk negara itu kini membutuhkan bantuan darurat di tengah perang berkepanjangan antara militer Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang pecah sejak April 2023.

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa hampir 12 juta warga mengungsi, menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan terbesar di dunia saat ini.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Denmark, Charlotte Slente, mengatakan situasinya “tak terbayangkan”.

“Kami melihat lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan, setara dengan separuh penduduk Sudan,” ujarnya setelah meninjau wilayah perbatasan di Chad, dilansir AFP.

Slente menambahkan, timnya menemukan indikasi kuat terjadinya pembantaian massal, kekerasan seksual, penahanan, penculikan, pemindahan paksa, hingga penyiksaan. Ia menyoroti minimnya perhatian dunia atas tragedi yang terus membesar ini.

Darfur Terbakar, El-Fasher Jatuh

Kekerasan di Darfur meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir. RSF berhasil menguasai kota penting El-Fasher, benteng terakhir militer Sudan di Darfur, setelah pengepungan selama 18 bulan.

Menurut Sudan Doctors Network, sekitar 14.000 orang tewas selama pengepungan akibat pengeboman, kelaparan, dan pembunuhan sewenang-wenang.

Human Rights Watch melaporkan pembunuhan massal terhadap komunitas Massalit dan kelompok non-Arab, memperkuat indikasi terjadinya pembersihan etnis.

Citra satelit yang dirilis Yale Humanitarian Research Lab menunjukkan jasad-jasad bergelimpangan dengan noda merah yang diduga darah, pasca RSF menguasai El-Fasher.

RSF juga dilaporkan mengeksekusi warga, termasuk di rumah sakit. WHO mencatat 460 orang dibunuh di Rumah Sakit Bersalin Saudi, sementara laporan AP mencatat pembantaian serupa di fasilitas kesehatan lainnya.

Hingga kini, konflik di Sudan diperkirakan telah menewaskan 150.000 orang, dengan 21 juta warga mengalami kerawanan pangan akut, termasuk ratusan ribu di ambang kelaparan.


UNICEF pada Maret 2024 merilis laporan mencengangkan bahwa pasukan bersenjata di Sudan melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak, bahkan yang berusia satu tahun. Banyak dari mereka mengalami trauma berat hingga mencoba bunuh diri. Akar Konflik: Pertarungan Kekuasaan

Perang ini pecah setelah RSF dan SAF—yang sebelumnya bekerja sama menggulingkan pemerintahan Abdalla Hamdok pada 2021—berselisih mengenai rencana integrasi RSF ke dalam struktur militer resmi.

RSF menolak dan menuntut peran lebih besar, memicu pertarungan terbuka untuk merebut kekuasaan.

RSF Bergerak ke Timur: Kordofan Jadi Medan Tempur Baru

Setelah menguasai sebagian besar Darfur, RSF kini memperluas operasi mereka ke wilayah timur. Kordofan—yang memisahkan Darfur dari daerah yang masih dikuasai militer—menjadi pusat pertempuran terbaru.

RSF merebut kota strategis Bara di Kordofan Utara, memicu gelombang pengungsi. Menurut IOM, lebih dari 50.000 orang mengungsi dari wilayah tersebut hanya dalam beberapa hari.

Para penyintas menggambarkan eksekusi singkat terhadap warga sipil.

“Kami diperintahkan duduk berjejer. Dua orang di samping saya ditembak mati,” kata Khalil, seorang warga yang melarikan diri ke Omdurman, dilansir Reuters.

Di kota lain seperti Babanusa, El-Obeid, Kadugli, dan Dilling, pasukan RSF dilaporkan mengepung posisi militer. Badan pemantau kelaparan global menyebut beberapa di antaranya sudah memasuki fase kelaparan sejak September.

Tanda-tanda Eskalasi di Seluruh Sudan

Di Port Sudan, saksi mata melaporkan meningkatnya kedatangan pesawat kargo yang diduga membawa suplai militer.

Militer Sudan sendiri belum menyetujui proposal gencatan senjata yang pekan lalu diterima RSF dari Amerika Serikat. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar