Melalui pendekatan yang adaptif, berbasis intelijen, serta mengedepankan teknologi dan kolaborasi lintas lembaga, PHI bersama SKK Migas dan para mitra KKKS terus mendorong pergeseran paradigma keamanan dari sekadar reaktif menjadi pre-emptive.
Dari sebelumnya yang bersifat sektoral menuju integratif, dan dari sekuriti sebagai biaya menuju sekuriti sebagai nilai strategis nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima Grup PHI lebih dari sekadar pengakuan atas capaian kinerja. Penghargaan itu mencerminkan arah baru keamanan hulu migas Indonesia yang menjadikan sekuriti sebagai infrastruktur kepercayaan.
“Di tengah tantangan konvergensi ancaman sosial, digital, dan geopolitik, PHI dan anak perusahaan serta afiliasinya terus berupaya mengintegrasikan keamanan dalam tata kelola operasional, penguatan SDM, serta pemberdayaan masyarakat lokal untuk menciptakan ekosistem operasi yang tangguh dan inklusif,” tutur Anto, sapaan akrab Sunaryanto.
Anto menambahkan bahwa Perusahaan mendorong perbaikan berkelanjutan melalui inovasi dan teknologi dalam aspek keselamatan dan keamanan operasi dan bisnis hulu migas sebagai objek vital nasional (obvitnas) sehingga dapat menghasilkan energi yang selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, menurut Anto, PHI berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam mewujudkan Grand Design Sekuriti Hulu Migas Nasional 2025–2030, yang menempatkan keamanan sebagai fondasi utama ketahanan energi bangsa.
“Pada akhirnya, keamanan bukan lagi sekadar benteng perlindungan, melainkan mata uang kepercayaan dan ketahanan nasional yang turut memastikan energi Indonesia terus mengalir demi kemajuan dan kemandirian bangsa di masa depan,” pungkasnya.
Rapat Kerja Sekuriti Hulu Migas 2025 juga menandai langkah besar dalam transformasi keamanan nasional melalui peluncuran berbagai inisiatif. Di antaranya sistem pelaporan risiko berbasis digital PERISAI (Pelaporan Risiko dan Sistem Analitik Insiden), pengembangan National Energy Security Dashboard sebagai pusat kolaborasi antar-lembaga, serta penguatan peran masyarakat melalui konsep Community-Based Security dan Community Early Warning System (CEWS).
Di sisi lain, penyederhanaan proses perizinan bahan peledak (Handak) dan integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) turut menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang berkelanjutan, transparan, dan beretika. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar