Selain menyasar masyarakat umum, Dinkes Samarinda juga memperluas pelaksanaan CKG ke lingkungan sekolah.
Sejak Agustus hingga September 2025, kegiatan pemeriksaan kesehatan di kalangan pelajar digencarkan dan terbukti cukup membantu meningkatkan capaian layanan.
“Pemeriksaan CKG di sekolah-sekolah memberi kontribusi cukup besar terhadap peningkatan jumlah peserta. Setelah seluruh data terinput, kami perkirakan akan terlihat lonjakan capaian yang lebih signifikan,” ungkapnya.
Namun demikian, Ismid juga mengakui masih terdapat kendala teknis dalam proses pelaporan.
Sistem aplikasi nasional “Satu Sehat” sempat mengalami gangguan, sehingga beberapa hasil pemeriksaan belum sepenuhnya tercatat.
“Terdapat gangguan teknis dari pusat, khususnya pada data pelaksanaan di sekolah. Begitu sistem kembali normal dan seluruh data masuk, capaian kami akan terlihat lebih akurat,” terangnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Dinkes Samarinda tetap optimistis bahwa partisipasi masyarakat akan terus meningkat.
Terlebih, bulan ini Kota Samarinda menjadi lokasi supervisi nasional dari Kementerian Kesehatan, yang diharapkan dapat memperkuat sistem pelaksanaan dan pelaporan di lapangan.
“Program CKG di Samarinda telah berjalan dan terus kami tingkatkan melalui sosialisasi aktif. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin partisipasi masyarakat akan semakin tumbuh,” pungkas Ismid.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar