Namun, besaran alokasi anggaran masih dalam proses pembahasan bersama pihak terkait.
Manalu berharap keberadaan layanan bus pelajar gratis dapat mengubah kebiasaan mobilitas pelajar yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.
Dengan tersedianya moda transportasi khusus pelajar, diharapkan arus lalu lintas di pusat kota menjadi lebih lancar dan tertib.
“Melalui layanan ini, kami berharap penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar dapat berkurang sehingga kemacetan di jalur utama bisa diatasi,” ujarnya.
Selain bertujuan mengurangi kemacetan, program simulasi ini juga memiliki nilai edukatif.
Pemerintah ingin menumbuhkan budaya menggunakan transportasi umum sejak dini, sekaligus menekan risiko kecelakaan di kalangan pelajar yang masih banyak mengendarai sepeda motor.
Jika uji coba berjalan lancar, Dishub akan memperluas cakupan layanan ke sekolah-sekolah di luar kawasan pusat kota.
Pemkot Samarinda berharap langkah ini menjadi pondasi awal dalam reformasi sistem transportasi pelajar menuju mobilitas kota yang lebih teratur dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar