Dalam prosesnya, Bulog mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan untuk pembangunan gudang baru.
Lahan tersebut nantinya akan diajukan ke Bulog Pusat untuk proses inventarisasi dan persetujuan pembangunan.
Pembangunan satu unit gudang diperkirakan memerlukan lahan sekitar 3 hektare dengan kapasitas penyimpanan mencapai 3.500 ton. Realisasi proyek ini ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026.
Selain gudang, Bulog juga berencana melengkapi fasilitas baru itu dengan mesin pengering (dryer) guna mempercepat proses pascapanen.
“Selain gudang, kami juga akan mengupayakan penyediaan alat pengering gabah agar kualitas hasil panen dapat terjaga dengan baik,” jelas Musazdin.
Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Seno Aji menilai program Bulog ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada.
“Program pembangunan gudang Bulog sangat relevan dengan arah kebijakan daerah. Kami berharap beberapa kabupaten di Kalimantan Timur bisa menjadi lokasi pembangunan fasilitas baru tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, setidaknya tiga hingga empat kabupaten di Kaltim diharapkan dapat memperoleh manfaat langsung dari program nasional itu, sebagai langkah nyata menuju kemandirian pangan di daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar