Berita Kaltim Terkini

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Ekspansi Gudang hingga ke Daerah

lihat foto
Gudang penyimpanan beras milik Bulog. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gudang penyimpanan beras milik Bulog. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berencana memperluas jaringan infrastruktur logistiknya dengan membangun sejumlah gudang baru di beberapa kabupaten.

Langkah ini ditempuh untuk mengatasi keterbatasan kapasitas penyimpanan yang selama ini menjadi hambatan dalam penyerapan gabah petani di wilayah pedalaman.

Saat ini, sebagian besar gudang Bulog masih terpusat di Samarinda.

Kondisi tersebut menyulitkan proses penyerapan hasil panen dari daerah yang berjarak jauh dari ibu kota provinsi, seperti Kutai Timur dan Mahakam Ulu.

Karena itu, pembangunan gudang di daerah dinilai mendesak agar penyaluran dan penyerapan beras dapat berlangsung lebih efisien dan merata.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menjelaskan bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 100 gudang Bulog di seluruh Indonesia.

“Wilayah Kalimantan Timur menjadi salah satu prioritas, terutama daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan. Selama ini gudang Bulog hanya tersedia di Samarinda, sedangkan Kutai Timur dan Mahakam Ulu belum memiliki,” tuturnya, pada Senin (6/10/2025).

Meski menghadapi kendala infrastruktur, kinerja Bulog Kaltim-Kaltara tetap menunjukkan hasil positif.

Hingga awal September 2025, target penyerapan gabah dan beras telah tercapai bahkan melampaui sasaran dengan realisasi mencapai 166 persen.

Dari target penyerapan 9.526 ton gabah kering panen (GKP) dan 386 ton beras, Bulog Kaltim berhasil merealisasikannya lebih cepat dari jadwal.


Secara nasional, pemerintah menargetkan penyerapan 3 juta ton gabah melalui 26 kantor wilayah Bulog di seluruh Indonesia. Khusus Kalimantan Timur, alokasi penyerapan ditetapkan sebesar 5.400 ton.

Dalam prosesnya, Bulog mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan untuk pembangunan gudang baru.

Lahan tersebut nantinya akan diajukan ke Bulog Pusat untuk proses inventarisasi dan persetujuan pembangunan.

Pembangunan satu unit gudang diperkirakan memerlukan lahan sekitar 3 hektare dengan kapasitas penyimpanan mencapai 3.500 ton. Realisasi proyek ini ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026.

Selain gudang, Bulog juga berencana melengkapi fasilitas baru itu dengan mesin pengering (dryer) guna mempercepat proses pascapanen.

“Selain gudang, kami juga akan mengupayakan penyediaan alat pengering gabah agar kualitas hasil panen dapat terjaga dengan baik,” jelas Musazdin.

Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Gubernur Seno Aji menilai program Bulog ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada.

“Program pembangunan gudang Bulog sangat relevan dengan arah kebijakan daerah. Kami berharap beberapa kabupaten di Kalimantan Timur bisa menjadi lokasi pembangunan fasilitas baru tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, setidaknya tiga hingga empat kabupaten di Kaltim diharapkan dapat memperoleh manfaat langsung dari program nasional itu, sebagai langkah nyata menuju kemandirian pangan di daerah.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar