Selain memperkuat kapasitas Katana, kegiatan ini juga menekankan kolaborasi lintas pihak. Kehadiran TP PKK, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa dinilai mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya kesiapsiagaan.
“Personil Katana tidak hanya dituntut lebih siap, tetapi juga menjadi teladan dan koordinator di lapangan saat krisis terjadi. Dengan pelatihan ini, kesiapsiagaan masyarakat Mekar Sari secara keseluruhan juga meningkat,” kata Evi.
Ia menegaskan, keberhasilan menghadapi bencana bukan hanya soal peralatan, melainkan juga sinergi. “Melalui semangat gotong royong, kami ingin membangun masyarakat yang lebih kuat dan siap menghadapi situasi darurat,” tambahnya.
Pemanfaatan GWT serta dukungan berbagai pihak, Kelurahan Mekar Sari kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan peduli terhadap pengurangan risiko bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar