Berita Kaltim Terkini

Terminal Bayangan Marak di Samarinda, Dishub Kaltim Siapkan Aturan Khusus untuk Akomodasi Masyarakat

lihat foto
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Fenomena terminal bayangan di Samarinda kian mendapat sorotan. Terminal tidak resmi yang berada di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, kini menjadi lokasi favorit penumpang maupun sopir bus untuk menaikkan penumpang tambahan sebelum melanjutkan perjalanan.

Padahal, secara aturan, titik keberangkatan resmi untuk rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seharusnya hanya berada di Terminal Sungai Kunjang, Jalan Untung Suropati, Karang Asam Ulu.

Namun, masyarakat lebih memilih terminal bayangan karena aksesnya dinilai lebih mudah, terutama bagi pengguna transportasi daring.

Sementara itu, akses menuju Terminal Sungai Kunjang dianggap kurang memadai sehingga penumpang harus berjalan cukup jauh dengan membawa barang bawaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah, menyatakan bahwa terminal bayangan sejatinya tidak diatur dalam regulasi.

Meski demikian, pihaknya tidak menutup mata terhadap kenyataan di lapangan.

“Dalam regulasi, terminal bayangan memang tidak diakui. Namun, kami menyadari fenomena ini sudah terjadi di berbagai daerah, termasuk di Samarinda. Oleh karena itu, perlu ada solusi yang bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Irhamsyah, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengaturan waktu tunggu bagi armada.

Dengan demikian, bus yang memiliki jadwal keberangkatan tetap tidak terganggu oleh kendaraan lain yang menunggu penumpang di terminal bayangan.

“Insya Allah, akan ada pengaturan yang lebih jelas mengenai waktu tunggu bus, agar aktivitas transportasi berjalan tertib dan penumpang tetap terlayani,” jelasnya.

Selain itu, Dishub Kaltim juga membuka kemungkinan pembangunan halte resmi di sekitar lokasi terminal bayangan.

Namun, rencana ini masih dalam tahap kajian lebih lanjut.

“Kami ingin mencari jalan tengah, masyarakat tetap nyaman menggunakan layanan bus, sementara regulasi tetap bisa menaungi aktivitas yang sudah berjalan. Harapannya, ada solusi yang saling menguntungkan,” pungkas Irhamsyah. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar