Sementara itu, VP SCM Subholding Upstream, Bongbongan Tampubolon, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Bisnis hulu migas yang didukung oleh SKK Migas adalah penopang penting bagi bangsa ini. Oleh karena itu, sinergi seluruh pihak, baik regulator, perusahaan, maupun penyedia barang/jasa, menjadi kunci keberlanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan selama dua hari ini menghadirkan narasumber internal dan eksternal, di antaranya SKK Migas, Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, PT Surveyor Indonesia, serta manajemen PHI. Materi yang disampaikan meliputi Amandemen PTK 007, perhitungan TKDN, fraud awareness, tata kelola perusahaan, hingga penguatan implementasi CSMS dan digital procurement system.
Selain sesi sosialisasi, peserta juga memperoleh akses ke Pojok Asistensi Supplier Regional 3 (KASTURI), yang memberikan coaching one-on-one terkait isu-isu pengadaan, mulai dari TKDN, CSMS, CIVD, hingga GEP SMART.
Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan Best Vendor 2025 diberikan kepada enam penyedia terbaik dengan berbagai kategori, termasuk kinerja barang, jasa, verifikasi TKDN, CSMS, dan pemanfaatan IOG e-Commerce. Momentum penting juga ditandai dengan penandatanganan Project Charter Budaya AKHLAK antara General Manager Zona 8, 9, dan 10 dengan enam mitra kerja terpilih, sebagai komitmen bersama dalam menginternalisasikan tata nilai perusahaan.
Melalui SINERGI KALIMANTAN, Pertamina Hulu Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum ini sebagai sarana kolaborasi berkelanjutan dengan mitra kerja. Dengan sinergi yang solid, perusahaan percaya dapat terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas layanan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar