Tips Kesehatan

Vaksinasi Masih Jadi Senjata Utama Lawan Penyakit Campak

lihat foto
Ilustrasi. Memberikan vaksin kepada anak untuk mencegah penyakit campak. Foto: Pexels
Ilustrasi. Memberikan vaksin kepada anak untuk mencegah penyakit campak. Foto: Pexels

BorneoFlash.com, KESEHATAN – Dokter spesialis anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A, menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi langkah utama dalam mencegah penyakit campak.

“Vaksinasi adalah pencegahan utama campak,” kata dr. Ria.

Ia juga menekankan bahwa pemenuhan gizi seimbang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta mencegah komplikasi campak.

Sebagai anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Ria menyarankan agar anak memperoleh nutrisi makro berupa protein, lemak, serta energi, dan juga mikronutrien seperti zat besi, vitamin C, vitamin D, serta zinc melalui pola makan sehari-hari.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pemberian vitamin A dosis tinggi sesuai usia, yakni 100.000–200.000 IU selama dua hari berturut-turut, terbukti dapat menurunkan risiko komplikasi berupa pneumonia, kebutaan, hingga kematian.

Namun, ia menegaskan bahwa pemberian dosis tinggi tidak boleh dilakukan secara rutin karena tanpa indikasi medis justru dapat membahayakan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa penyakit campak lebih berbahaya dibanding COVID-19 karena tingkat penularannya jauh lebih tinggi.

“Jika COVID-19 menular dari satu orang ke dua hingga tiga orang, maka campak bisa menular dari satu orang ke 18 orang lainnya,” ujar Menkes Budi di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Ia memastikan bahwa penanganan campak serupa dengan COVID-19 karena sudah tersedia vaksin yang sangat efektif. Pemerintah, lanjutnya, memperketat pengawasan melalui surveilans di empat kabupaten di Madura dan berencana membangun laboratorium khusus di wilayah tersebut.

Menkes Budi juga mengimbau masyarakat, baik di Madura maupun di daerah lain seperti Sumatera Utara yang mengalami lonjakan kasus campak, agar segera membawa balita dan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi.

Ia menegaskan bahwa percepatan imunisasi menjadi strategi utama pemerintah dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang kini tercatat di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sumenep.

Pemerintah memastikan akan bertindak cepat dengan melaksanakan program vaksinasi khusus, mengingat hingga saat ini sudah ada 46 wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus campak. (*/ANTARA)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar