Pemerintah Perkuat Pemanfaatan AI untuk Kebijakan Berbasis Data

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Janif Zulfiqar
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam Kick Off Pelatihan dan Webinar AI GARUDA (Gerakan AI untuk Resiliensi dan Kedaulatan Nasional), Jakarta, Kamis (28/8/2025) FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam Kick Off Pelatihan dan Webinar AI GARUDA (Gerakan AI untuk Resiliensi dan Kedaulatan Nasional), Jakarta, Kamis (28/8/2025) FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

BorneoFlash.com, JAKARTA – Pemerintah memperkuat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pengambilan keputusan berbasis data melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020–2045. Strategi ini menitikberatkan pada etika, pengembangan talenta, infrastruktur data, serta riset dan inovasi industri.

 

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan, penguasaan AI penting untuk kedaulatan teknologi, ketahanan pangan, pertahanan negara, perlindungan data, dan kemandirian strategis.

 

Untuk mempercepat penguasaan teknologi, pemerintah menggelar Kick Off Pelatihan dan Webinar AI GARUDA (Gerakan AI untuk Resiliensi dan Kedaulatan Nasional) pada Kamis (28/8/2025). Acara hibrida ini melibatkan 1.539 peserta dari kementerian, lembaga, perguruan tinggi, dan mahasiswa.

 

Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian Hari Nugroho menjelaskan, pelatihan bertema AI dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi: Data-Driven Policy dan Market Insight. Tema ini mendukung kementerian, lembaga, dan kampus dalam membuat keputusan akurat dan adaptif.

 

Studi PwC (2024) memproyeksikan AI menyumbang 15,7 triliun dolar AS bagi ekonomi global pada 2030. Sementara AT Kearney (2020) memperkirakan tambahan PDB Asia Tenggara mencapai 1 triliun dolar AS, dengan kontribusi Indonesia sekitar 366 miliar dolar AS. Saat ini, Indonesia menempati posisi pasar AI terbesar keempat di Asia dengan nilai 70,6 miliar dolar AS.

 

Susiwijono menilai Program GARUDA sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 yang menjadikan ekonomi digital sebagai motor pembangunan. “Indonesia bertekad bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang solusi AI inovatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan global,” ujarnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.