BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, Bidhumas Polda Kaltim menggelar sosialisasi dengan tema Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika di Aula Auditorium Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, Rabu (27/8).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini berlangsung dinamis, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Ditresnarkoba Polda Kaltim, yaitu IPDA Candra Harapan Silalahi dan IPDA Dian Kaisa Putri.
Sosialisasi ini dibuka dengan sambutan dari Ir. Hakim Gozali, M.MT., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK, serta AKBP Qori Kurniawati, S.E., Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kaltim.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga kampus dan lingkungan dari ancaman narkoba.
IPDA Candra Harapan Silalahi memulai pemaparannya dengan menjelaskan berbagai jenis narkotika yang beredar, dampak buruk yang ditimbulkan bagi individu dan masyarakat, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. “Pemuda harus sadar bahwa narkoba bukan hanya merusak fisik, tetapi juga masa depan. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesadaran akan bahaya narkoba perlu ditanamkan sejak dini agar tidak terjerumus dalam ketergantungan yang merusak kehidupan.
Mahasiswa, kata Candra, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga diri dan lingkungan sekitar dari pengaruh narkotika.
Selanjutnya, IPDA Dian Kaisa Putri memberikan informasi terbaru terkait penegakan hukum yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim, salah satunya melalui Operasi Antik Mahakam 2025 yang sukses mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkoba di seluruh jajaran Polda Kaltim.
Meskipun wilayah Kalimantan Timur sangat luas dan banyaknya jalur tikus yang digunakan untuk peredaran gelap, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika.
“Peredaran narkoba di wilayah kita memang menjadi tantangan, tetapi kami terus bekerja keras dengan menggencarkan operasi dan memberikan efek jera kepada para pelaku. Kami juga tidak akan segan menindak anggota yang terlibat dalam peredaran narkotika,” ujar IPDA Dian, disambut tepuk tangan dari peserta.
Sesi tanya jawab menjadi sorotan utama dalam acara ini. Banyak mahasiswa yang antusias mengajukan pertanyaan seputar program-program Polri di lingkungan kampus, termasuk tentang peredaran narkoba yang melibatkan oknum aparat. Tidak ketinggalan, isu mekanisme rehabilitasi bagi pengguna narkoba juga turut disinggung.
Menanggapi hal tersebut, Polda Kaltim menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan Bidpropam untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba.
Selain itu, pihak kepolisian juga membuka akses rehabilitasi bagi masyarakat yang ingin terbebas dari ketergantungan narkotika melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).
Acara ditutup dengan lagu kebangsaan “Bagimu Negeri” yang dinyanyikan bersama, diikuti dengan sesi foto bersama dan pertukaran sarana kontak antara peserta dan narasumber.
Suasana berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk terus melawan penyalahgunaan narkoba.
Bidhumas Polda Kaltim berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa ITK untuk menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
Polda Kaltim menekankan bahwa mahasiswa sebagai pemimpin masa depan harus memiliki peran penting dalam mencegah peredaran narkotika, tidak hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar