Yang tak kalah menarik, ada pula sesi Debat Pemuda, sebuah forum yang dirancang untuk menjaring gagasan-gagasan segar dari generasi muda mengenai pembangunan kepemudaan di Balikpapan. Para peserta terbaik dari debat ini nantinya akan dikirim mewakili Kota Balikpapan dalam ajang Youth City Changers (YCC) pada forum nasional APEKSI.
"Debat ini menjadi cara kami mendengar langsung suara pemuda. Dari sini kita bisa mengetahui apa aspirasi mereka, yang bisa dijadikan bahan perumusan kebijakan ke depan," tambah Ratih.
Festival ini juga dimeriahkan dengan lima jenis lomba, mulai dari kreasi kopi, kompetisi barista, hingga adu inovasi produk olahan kopi. Tidak sekadar pameran, tetapi juga menjadi ajang aktualisasi kreativitas anak muda.
Disparpora berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan, mengingat antusiasme masyarakat dan pelaku usaha kopi yang sangat tinggi.
"Ke depan, kami ingin Festival Kopi ini menjadi ikon baru Balikpapan. Sebuah ruang kolaborasi antara pemuda, UMKM, dan pelaku pariwisata," pungkas Ratih.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar