Pembangunan IKN

OIKN dan BPVP Samarinda Bersinergi, Targetkan Penghapusan Kemiskinan di Sekitar IKN pada 2035

lihat foto
Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Conrita Ermanto. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa
Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Conrita Ermanto. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali diperkuat oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), khususnya melalui Kedeputian Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Conrita Ermanto, menjelaskan, fokus utama kali ini adalah pengentasan kemiskinan melalui program terarah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam rangka menyusun strategi yang terstruktur dan berkelanjutan, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat OIKN menggelar Rapat Tindak Lanjut terkait persiapan pelaksanaan program pemberdayaan.

Target ambisius yang ingin dicapai adalah nol persen kemiskinan di wilayah sekitar IKN pada tahun 2035.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini.

Selain menggandeng pemerintah daerah, kelurahan, dan desa, OIKN juga menjalin kemitraan dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Sebagai langkah awal, dilakukan pendataan terhadap lahan yang berpotensi digunakan untuk pengembangan kegiatan produktif.

Lahan-lahan tersebut mencakup Tanah Kas Desa (TKD), Tanah Kas Kelurahan (TKK), serta tanah alokasi desa produktif (ADP) yang telah disiapkan khusus untuk program ini.

“Perangkat desa dari beberapa lokasi, termasuk kelurahan Sepaku dan sekitarnya, telah menyerahkan data awal yang kami butuhkan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan,”jelasnya Kamis (17/7/2025).


Lahan-lahan tersebut nantinya akan dikembangkan melalui skema agroforestri di sektor pertanian yang mencakup usaha perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Pelatihan teknis akan difasilitasi oleh BPVP Samarinda untuk memastikan masyarakat dapat mengelola lahan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Peserta program nantinya akan mendapatkan pelatihan vokasi secara menyeluruh. Ini merupakan bentuk sinergi kami dengan BPVP Samarinda,”tambah Conrita.

Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, melalui tiga perwakilannya yang hadir dalam rapat, menyampaikan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan program.

Pelatihan akan didanai melalui berbagai sumber pembiayaan, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dana dari Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kami akan menyusun skema pelatihan secara terintegrasi dan siap mendukung dengan berbagai bentuk kolaborasi,”ujar perwakilan BPVP dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, OIKN juga tengah mempersiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI sebagai payung hukum untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas kerja sama.

“Nota kesepahaman tersebut sedang dalam proses dan akan segera diajukan ke Menteri Tenaga Kerja untuk ditandatangani dalam waktu dekat,”pungkas Conrita. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar