BorneoFlash.com, SAMARINDA - Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda mengadakan program Pekan Vokasi selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juli 2025.
Kegiatan ini dirancang sebagai ajang perkenalan keterampilan vokasional kepada masyarakat, terutama generasi muda, guna menumbuhkan minat dan kesiapan kerja yang lebih baik di tengah tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.
Acara ini menjadi bagian dari agenda nasional Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mendorong setiap balai pelatihan menghadirkan inovasi yang lebih bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menjelaskan, selain menjadi wahana edukatif, Pekan Vokasi juga bertujuan membangun konektivitas antara pelatihan kerja, masyarakat, serta sektor swasta.
“Pekan Vokasi merupakan program baru kami tahun ini, yang diselenggarakan berdasarkan arahan Menteri Ketenagakerjaan agar seluruh balai vokasi lebih inovatif dan terbuka terhadap publik,”jelasnya.
Salah satu komponen utama dalam kegiatan ini adalah trial class, yaitu kelas pengenalan singkat dari program pelatihan reguler.
Dalam waktu terbatas, peserta diperkenalkan pada materi inti dari pelatihan keterampilan tertentu.
Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari lulusan baru, pencari kerja, hingga pelaku usaha mikro yang ingin meningkatkan kemampuan teknis mereka.
“Trial class kami susun sebagai cuplikan dari pelatihan lengkap. Sebagai contoh, pelatihan barista yang biasanya berdurasi satu bulan, kami ringkas menjadi beberapa jam dengan menyajikan materi yang paling esensial,”terang Eka.
Tahun ini, BPVP Samarinda menawarkan lima jenis trial class, yakni pelatihan barista, pembuatan roti dan kue, pengeditan video untuk content creator, Microsoft Excel, dan Programmable Logic Controller (PLC).
Seluruh sesi disiapkan dengan perlengkapan yang memadai serta didampingi instruktur profesional bersertifikasi.
Dengan sistem ini, peserta dapat mengevaluasi potensi dan minat mereka sebelum mengikuti pelatihan intensif yang lebih mendalam.
Menurut Eka, pendekatan ini dirancang agar para peserta memiliki gambaran realistis tentang pelatihan vokasi yang tersedia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangkitkan rasa ingin tahu masyarakat. Dengan mencoba langsung, mereka akan lebih paham jenis pelatihan yang paling relevan bagi mereka,”ucapnya.
Selain pelatihan, Pekan Vokasi turut dimeriahkan oleh berbagai kegiatan sosial dan edukatif, seperti bazar UMKM, pameran informasi vokasi, pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan RS SMC, hingga aksi donor darah untuk masyarakat umum.
Seluruh rangkaian ini dimaksudkan untuk memperkuat interaksi antara institusi pelatihan, komunitas, dan pelaku industri.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta bukan hanya mungkin, tapi juga sangat penting untuk pembangunan sumber daya manusia,”ujar Eka menegaskan.
Rangkaian kegiatan ini akan ditutup pada Minggu (14/7/2025) dengan lokakarya kewirausahaan yang menyasar pelaku UMKM dan rintisan bisnis lokal.
Sesi ini akan membahas berbagai topik strategis seperti pemasaran, desain kemasan, dan pemanfaatan media sosial untuk mengembangkan usaha secara praktis.
“Kami siapkan materi yang aplikatif untuk pelaku UMKM pemula, agar mereka bisa membangun usahanya dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran,”tutup Eka. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar