Dalam bidang infrastruktur, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti masih buruknya sistem drainase dan pemeliharaannya. Genangan air dan banjir di musim penghujan terus menjadi langganan, yang berdampak pada kerusakan jalan dan kenyamanan warga.
“DPU harus memastikan drainase terintegrasi dengan baik, dan dilakukan pemeliharaan rutin agar banjir tidak terus-menerus menghantui warga,” jelas Najib.
Fraksi juga meminta agar nasib tenaga honorer yang telah mengabdi sebelum diberlakukannya Undang-Undang ASN Tahun 2023 tidak diabaikan. Selain itu, peningkatan SDM lokal melalui pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja harus menjadi prioritas dalam pembangunan jangka menengah daerah.
Tak hanya itu, Fraksi PDI Perjuangan mendesak agar perbedaan signifikan antara target dan realisasi anggaran tidak lagi terjadi. Penyesuaian dan proyeksi harus dibuat lebih akurat, agar program pembangunan berjalan efektif dan efisien.
“SILPA besar harus diminimalkan. Jika pun ada, harus digunakan secara produktif untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya.
Secara keseluruhan, Fraksi PDI Perjuangan mendukung program pembangunan pemerintah, namun menekankan pentingnya evaluasi mendalam dan langkah konkret dalam menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar