Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat Dayak diberi peluang lebih besar dalam pembangunan nasional serta memperoleh akses dan pembinaan untuk dapat bersaing dalam seleksi masuk TNI dan Polri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Utara yang juga tokoh adat, Ingkong Ala, S.E., M.Si., turut menyampaikan keprihatinan atas ketimpangan akses pendidikan di wilayah perbatasan serta rendahnya angka kelulusan anak-anak Dayak dalam rekrutmen TNI/Polri.
Ia menekankan pentingnya afirmasi kebijakan dan pelatihan dini agar generasi muda di wilayah adat dapat bersaing secara adil. Ia juga menyuarakan perlunya perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sembari menegaskan komitmen masyarakat adat untuk menjadi bagian aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dalam kesempatan ini, para tokoh adat lainnya juga menyampaikan harapan agar budaya lokal, seperti tato dan adat istiadat, dapat dipahami secara inklusif dalam proses seleksi militer. Mereka juga menyatakan kesiapan masyarakat adat untuk turut berperan dalam pembinaan kemampuan dasar kemiliteran, seperti tehnik survival di hutan, membaca jejak, keterampilan menyumpit dan keterampilan tradisional lain yang dapat menjadi bekal di medan operasi.
Para tokoh adat mendukung penuh Kodam VI/Mlw dalam memperkuat wilayah pertahanan di Kalimantan serta menyambut baik rencana pemekaran Kodam demi efisiensi pergerakan dan penguatan respons teritorial.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Kodam VI/Mulawarman tidak hanya mempererat hubungan dengan para tokoh adat, tetapi juga memperteguh sinergi kebangsaan dalam menjaga keamanan, merawat budaya, dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Bumi Kalimantan. (*/Pendam VI/Mlw)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar