DLH Kaltim juga mendorong peningkatan peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
Salah satu langkah konkret adalah mendorong pemanfaatan fasilitas pengolahan limbah plastik yang telah beroperasi di kawasan Sanga-Sanga.
Sayangnya, pemanfaatan fasilitas ini masih jauh dari optimal karena minimnya keterlibatan masyarakat.
“Pabriknya sudah ada dan bisa bantu banyak, tapi kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan masih sangat rendah,”ujar Anwar.
Ia juga mengingatkan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dijadikan titik balik untuk membangun budaya baru dalam mengelola sampah, bukan sekadar kegiatan simbolik tahunan.
Lebih lanjut, DLH Kaltim telah menggencarkan kampanye edukasi melalui surat edaran ke sekolah-sekolah, rumah ibadah, hingga bank sampah, termasuk imbauan untuk menghindari penggunaan kantong plastik saat perayaan hari besar keagamaan seperti Iduladha.
Anwar pun mengajak seluruh elemen, termasuk media massa, untuk menjadi bagian dari solusi melalui kampanye informasi yang konsisten dan menyentuh akar persoalan.
“Perubahan dimulai dari kesadaran, dan media punya peran penting dalam menyebarkan pesan. Ini bukan soal kegiatan seremonial, tapi soal masa depan lingkungan hidup kita bersama,”pungkasnya. (*)
Halaman:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar