Dari pihak Sinopec, Sr. Executive Vice President of Sinopec International Energy Investment (HK), Zhao Xuan, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kemitraan ini.
“Penandatanganan JSA ini merupakan milestone penting dalam kemitraan antara Sinopec dan Pertamina. Kami sangat menghargai keterbukaan tim Pertamina dalam mengeksplorasi pendekatan baru dan model bisnis inovatif demi keberhasilan proyek ini,” ungkap Zhao.
Acara penandatanganan turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan dari kedua belah pihak, termasuk Toriq Abdat (VP Upstream Business Development), Giyatno (Senior Manager Subsurface Development PHE), Julfrinson Sinaga (General Manager Zone 9), dan Qin Shenggao (Country Manager Sinopec).
Penandatanganan JSA ini menandai dimulainya tahap studi teknis bersama yang akan mengevaluasi kelayakan implementasi teknologi CEOR di Lapangan Tanjung, Kalimantan Selatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi PHE dalam mendukung pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030, sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.
Lapangan-lapangan mature seperti Tanjung memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali melalui penerapan teknologi lanjutan seperti CEOR, yang diharapkan dapat meningkatkan recovery factor dan mengurangi ketergantungan pada pengeboran sumur baru.
Melalui kolaborasi strategis ini, PHE terus menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam mempertahankan produksi di tengah tantangan teknis dan ekonomi, tetapi juga dalam mendorong inovasi demi kemandirian energi nasional dan keberlanjutan industri hulu migas Indonesia. (
*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar