BorneoFlash.com
, KESEHATAN – Selama ini, banyak orang mengaitkan tuberkulosis (TBC) dengan batuk kronis. Namun kenyataannya, TBC tidak selalu menimbulkan gejala batuk.
Faktanya, TBC bisa berkembang tanpa menimbulkan batuk sama sekali, terutama saat infeksi menyerang organ selain paru-paru.
Dokter spesialis paru dari Eka Hospital Bekasi, Eric Hermansyah, menjelaskan bahwa jika bakteri TBC menyerang organ di luar paru-paru, maka kondisi ini disebut TBC luar paru atau TBC ekstrapulmonal, dikutip dari CNN Indonesia. Gejala yang muncul akan bergantung pada organ yang terdampak.
Eric menyebut TBC ekstrapulmonal bisa menjangkiti berbagai organ tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, hingga selaput otak.
Bentuk-bentuk TBC diluar paru-paru
Berikut beberapa bentuk TBC luar paru yang perlu diwaspadai:
1. TBC Kelenjar
Infeksi ini biasanya memunculkan benjolan di leher atau area kelenjar getah bening lain.
Benjolan tersebut tidak terasa nyeri, tetapi terus membesar dan tak kunjung hilang.
Banyak pasien mengira benjolan ini hanya pembengkakan biasa, padahal bisa jadi itu tanda infeksi TBC.
2. TBC Tulang
Infeksi ini menimbulkan nyeri tulang yang menetap dan tidak mereda meskipun sudah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.
Umumnya, infeksi menyerang tulang belakang. Jika terlambat tertangani, kondisi ini bisa menyebabkan kelumpuhan.
3. TBC Selaput Otak (Meningitis TBC)
TBC jenis ini tergolong paling berat. Gejalanya meliputi sakit kepala berkepanjangan, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Karena menyerang sistem saraf pusat, kondisi ini memerlukan penanganan medis yang intensif.
Penyebab penyebaran TBC ke organ lain
Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TBC menyebar melalui udara.
Setelah menginfeksi tubuh, bakteri ini biasanya menyerang paru-paru terlebih dahulu.
Namun, pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, bakteri ini dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke organ lainnya.
“Meski awalnya menyerang paru, bakteri ini bisa berpindah ke organ lain dan menimbulkan gejala yang sama sekali tidak berkaitan dengan batuk,” jelas Eric.
Karena gejalanya tidak khas dan kerap menyerupai penyakit lain, dokter sering kali terlambat mendiagnosis TBC luar paru.
Banyak pasien berpindah-pindah dokter tanpa perbaikan karena penyebab utamanya belum terdeteksi.
Untuk menegakkan diagnosis TBC luar paru, dokter biasanya melakukan pemeriksaan lanjutan seperti biopsi, CT scan, MRI, atau pemeriksaan cairan tubuh (seperti cairan otak atau sendi).
Penting untuk diketahui bahwa meskipun TBC luar paru tidak menyebabkan batuk, penularan penyakit ini tetap hanya bisa terjadi dari penderita TBC paru aktif yang menularkan bakteri melalui udara.
“Jangan menunggu munculnya batuk untuk mencurigai TBC, karena kadang penyakit ini datang tanpa batuk sama sekali,” tegas Eric. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar