Pemkot Samarinda

Kadis PUPR Tak Hadiri RDP, Wali Kota Samarinda Berikan Penjelasan Terkait Keengganan Desy Damayanti Berkomentar

lihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda dalam RDP yang diselenggarakan oleh DPRD. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda dalam RDP yang diselenggarakan oleh DPRD. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh DPRD.

Selain itu, Andi Harun juga menjelaskan alasan Desy enggan memberikan komentar terkait nasib pekerja Teras Samarinda.

Menurut Andi Harun, ketidakhadiran Desy pada dua kali RDP yang telah dilaksanakan oleh DPRD Samarinda disebabkan karena Desy sedang menjalani perawatan medis di luar kota.

Meskipun demikian, Andi Harun tidak menyebutkan secara rinci jenis penyakit yang dialami oleh Kadis PUPR tersebut. Andi Harun juga menyatakan bahwa dirinya yang memberikan izin kepada Desy untuk berobat ke Surabaya.

"Ibu Desy sedang mengalami suatu kondisi kesehatan yang tidak dapat saya sebutkan, dan saya yang memberikan izin untuk beliau berobat ke Surabaya," jelas Andi Harun.

Meskipun tidak menghadiri RDP bersama anggota DPRD dan terkesan sulit untuk ditemui, Desy tiba-tiba terlihat hadir dalam acara ramah tamah.

Wartawan yang menyaksikan kehadirannya langsung mendekat dan mencoba meminta tanggapannya mengenai nasib pekerja Teras Samarinda.


Namun, Desy kembali enggan memberikan komentar dan memilih untuk tetap diam. Bahkan, saat wartawan berusaha mengejarnya hingga ke area parkir, Desy tetap tidak memberikan jawaban.

Dia justru menyarankan wartawan untuk mencari informasi langsung kepada anggota DPRD. Andi Harun kembali memberikan pembelaan terhadap bawahannya.

Ia mengungkapkan bahwa ia yang melarang Desy untuk memberikan pernyataan terkait masalah tersebut.

"Tadi ibu Desy bertanya kepada saya, 'Pak, apakah saya harus melayani wartawan?' Saya lalu menjawab, tidak perlu, biar saya saja yang menjelaskan," ujar Andi Harun.

Andi Harun juga menegaskan bahwa penyakit yang diderita Desy cukup serius dan masih dalam tahap pengobatan intensif.

Ia menambahkan bahwa tekanan atau stres yang diberikan kepada Desy dapat berdampak negatif pada proses pemulihan kesehatan Desy.

"Penyakit yang beliau alami cukup berat dan masih dalam proses pengobatan yang rutin. Jika beliau mendapat tekanan, itu bisa mempengaruhi proses kesembuhannya," pungkas Andi Harun.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar