DPRD Kota Samarinda

Sri Puji Astuti: Dorong Pers Lebih Aktif Angkat Isu Sosial dan Keadilan

lihat foto
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pers memiliki peran penting dalam menyuarakan isu-isu sosial serta mendorong keadilan di masyarakat.

Media di Kalimantan Timur (Kaltim) diharapkan lebih proaktif dalam mengungkap persoalan nyata yang membutuhkan perhatian publik, bukan sekadar meliput acara seremonial.

Harapan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

"Media harus lebih banyak menyoroti isu-isu substansial yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, seperti persoalan pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan ketimpangan gender, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar," ujarnya.

Ia menyoroti bahwa kesetaraan gender dan kasus kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak, masih sering terabaikan dalam pemberitaan.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik dan mendorong penyelesaian masalah tersebut.

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi. Pers harus terus mengawal isu ini agar masyarakat lebih sadar dan ikut berperan dalam mencari solusi," tegasnya.


Selain itu, Puji juga menekankan pentingnya pemberitaan yang dapat menginspirasi, seperti kisah sukses pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap perekonomian lokal.

Ia berharap lebih banyak media yang mengangkat cerita-cerita semacam ini untuk memberikan motivasi kepada masyarakat.

"Kisah tentang pelaku UMKM yang mampu bangkit dari kesulitan dan menciptakan lapangan kerja lebih bermakna dibanding sekadar pemberitaan seremonial," tambahnya.

Menurutnya, media di Kaltim harus lebih aktif dalam menyampaikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan pendidikan, kesejahteraan sosial, serta ketimpangan gender.

Pers diharapkan dapat menjadi suara masyarakat, bukan sekadar menyoroti kegiatan pejabat.

"Pers adalah pilar demokrasi. Media harus menggali dan menyuarakan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, seperti anak-anak yang putus sekolah atau ketidakadilan gender. Dengan demikian, pers dapat menjadi katalisator perubahan yang nyata," pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar