Untuk mencapai hal ini, Nusantara akan mewujudkan dua ciri khas: kota hutan lestari (sustainable forest city) dan kota yang layak huni dan dicintai (a livable and loveable city).
Salah satu komponen penting dari kota layak huni dan dicintai adalah hubungan masyarakat dengan budayanya.
"Di Nusantara, kami menghargainya pentingnya budaya. Misalnya kita terus menghormati dan melestarikan tradisi yang telah dijunjung secara turun temurun di daerah ini," kata Bambang.
Nusantara menyediakan ruang khusus di mana seni dan budaya dapat berkembang dan diakses oleh semua orang. Salah satu ruang tersebut adalah Taman Pancasila, sebuah ruang terbuka publik untuk membina hubungan antar warga, termasuk melalui kekayaan keanekaragaman kuliner Indonesia.
Sementara itu, dalam hal kebudayaan, dibangun Pusat Kebudayaan Nusantara untuk menghadirkan tradisi lokal sekaligus mendorong berkembangnya ekspresi seni dan budaya.
"Menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan budaya di perkotaan memerlukan upaya deliberatif dan kolaboratif. Upaya ini sangat penting untuk mengembangkan kota-kota yang layak huni juga menyenangkan dan berkelanjutan," ucap Bambang. (*/Humas OIKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar