Berita Kalimantan Timur

BRGM Bersama TNI AU Komitmen Pulihkan Gambut dan Mangrove 

lihat foto
Sekretaris BRGM, Ayu Dewi Utari bersama Aspotdirga Marsekal Muda TNI Adi Wijaya melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Lanud Dhomber Balikpapan, Sabtu (2/3/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Sekretaris BRGM, Ayu Dewi Utari bersama Aspotdirga Marsekal Muda TNI Andi Wijaya melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Lanud Dhomber Balikpapan, Sabtu (2/3/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Hingga tahun 2023, BRGM bersama masyarakat dan pemerintah setempat Provinsi Kaltim telah melakukan usaha pemulihan ekosistem mangrove seluas 7.405 hektare. Kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove juga dilakukan di area Pantai Auri dengan jenis tanaman Avicennia sp. dan Rhizophora sp. pada lahan seluas 3 hektare.

Pada kesempatan ini Sekretaris BRGM mengatakan, kalau bicara kerusakan, di Indragiri Hilir, Riau ada sekitar 1500 hektare kebun kelapa pasang surut yang hancur karena mangrovenya hilang dibabat untuk arang.

"Itu bagian dari kesalahan kita sebagai aparat karena kita kurang mensosialisasikan dan menjaga mangrove kita, oleh karena itu kami mengajak seluruh pihak karena BRGM tidak mungkin bekerja sendiri melakukan rehabilitasi dan konservasi atas mangrove ini," ucap Ayu.

Aspotdirga Kasau, Marsekal Muda TNI Andi Wijaya mengatakan, dengan kerja sama ini, kami berharap dapat bersinergi dengan BRGM dalam melaksanakan program-program Restorasi, Konservasi, dan Pemberdayaan Masyarakat setempat.

Beliau juga menambahkan, aktivitas penanaman mangrove juga bermanfaat untuk aspek pertahanan, khususnya pertahanan pantai, mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan tantangan lingkungan tidak dapat diatasi sendirian, dan kolaborasi seperti yang dilakukan oleh BRGM dan TNI AU adalah langkah awal yang sangat penting.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar