Pada kesempatan ini Sekretaris BRGM mengatakan, kalau bicara kerusakan, di Indragiri Hilir, Riau ada sekitar 1500 hektare kebun kelapa pasang surut yang hancur karena mangrovenya hilang dibabat untuk arang.
"Itu bagian dari kesalahan kita sebagai aparat karena kita kurang mensosialisasikan dan menjaga mangrove kita, oleh karena itu kami mengajak seluruh pihak karena BRGM tidak mungkin bekerja sendiri melakukan rehabilitasi dan konservasi atas mangrove ini," ucap Ayu.
Aspotdirga Kasau, Marsekal Muda TNI Andi Wijaya mengatakan, dengan kerja sama ini, kami berharap dapat bersinergi dengan BRGM dalam melaksanakan program-program Restorasi, Konservasi, dan Pemberdayaan Masyarakat setempat.
Beliau juga menambahkan, aktivitas penanaman mangrove juga bermanfaat untuk aspek pertahanan, khususnya pertahanan pantai, mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan tantangan lingkungan tidak dapat diatasi sendirian, dan kolaborasi seperti yang dilakukan oleh BRGM dan TNI AU adalah langkah awal yang sangat penting.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar