Seperti diketahui, bahan pangan di Kota Beriman tidak bisa mengandalkan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk memenuhi suplai kebutuhan-kebutuhan masyarakat melalui peran distributor.
"Balikpapan memang bukan kota penghasil, melainkan kota jasa, sehingga suplai produksi petani lokal jelas tidak mencukupi. Sama halnya Kota Jakarta bukan kawasan pertanian. Dia bisa memenuhi kebutuhan pangan karena peran dari daerah-daerah penghasil di sekitar Jakarta,” katanya.
Saat ini, Wali Kota Balikpapan melalui Perumda sudah memiliki kerja sama dengan daerah-daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa, untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kota Balikpapan. Mengingat, penduduk Balikpapan semakin hari semakin bertambah, tentunya ini terus diantisipasi Pemerintah Kota Balikpapan, supaya masyarakat tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Ia pun mengimbau masyarakat, untuk bisa menanam bahan pangan di pekarangan rumah sendiri, seperti cabai, tomat, terong. Hal ini untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus mengantisipasi jika harga melonjak mahal, masyarakat bisa memenuhi dengan hasil pekarangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar