BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Akibat penurunan kapasitas air waduk di Kota Balikpapan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melakukan pendistribusian air secara bergilir kepada para pelanggan.
Terkait hal itu, pemesanan air tangki PDAM terus meningkat. Tercatat pada posko air tangki, jumlah antrean dari 1 Oktober 2023 hingga saat ini mencapai 636 pelanggan, sedangkan yang baru terealisasi berjumlah 238 pelanggan.
Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian Hubungan Pelanggan PTMB, Suryo Hadi Prabowo kepada BormeoFlash.com di ruang kerja pada hari Selasa (10/10/2023).
Suryo mengatakan pendistribusian air tangki PDAM menjadi solusi jangka pendek yang dilakukan PTMB dalam mengantisipasi kelangkaan air kepada pelanggan di Kota Balikpapan.
Meskipun memang, pendistribusian air yang diambil dari IPA Kampung Damai dilakukan sesuai dengan antrean atau daftar tunggunya. Pasalnya, armada tangki yang dimiliki yakni delapan tangki untuk mengantar masing-masing tujuh pelanggan setiap harinya, dengan tarif Rp 50 ribu.
Kedepan akan ada bantuan tangki dari tiga dinas yakni Dinas Lingkungan Hidup, BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum. "Saat ini kami memaksimalkan yang ada dulu," terangnya.
Bagi pelanggan yang ingin mengetahui antrian air tangki PDAM dapat menghubungi posko tangki di nomor 0857 533 25 315, apabila ingin berkunjung bisa langsung ke posko tangki, di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang berada di Jalan MT Haryono.
Penjadwalan pendistribusian air, nantinya akan dievaluasi kembali daerah yang sulit mendapatkan air. Pihaknya masih menunggu keluhan yang akan masuk dengan situasi yang saat ini. Selanjutnya, akan masuk pola untuk instalasi tahap kedua dengan pendistribusian air pada tanggal 11-12 Oktober 2023.
"Nanti kami akan membuat posko untuk mengantar air di beberapa titik daerah yang walaupun digilir tetapi aliran tidak maksimal. Yang mana titik posko dikoordinasikan dengan Camat dan Lurah. Kita akan melihat kelurahan mana yang dominan resikonya," ujarnya kepada BormeoFlash.com.
Rencananya nanti posko akan berada di Kelurahan dengan sistem menaruh beberapa ember atau beberapa drum. "Ini kita masih menginventarisir dampak-dampak daerah tertinggi yang walaupun digilir alirannya tidak maksimal. Ini masih disusun," jelasnya.
Bagi daerah-daerah yang memang sudah terjadwal pendistribusian air tangki tetap dilaksanakan seperti contoh di Gunung Bugis, memang itu jadwal pengantarnya sesuai dengan yang sudah disepakati. "Sebelum pola ini dibuat, mereka sudah nggak ngalir duluan," ujarnya.
Pihaknya mengingatkan kepada pelanggan ketika air mengalir diharapkan tampunglah sebanyak mungkin. Meskipun nanti skenario pendistribusian air bisa ada perubahan, melihat situasi nanti pada saat jadwal bergilir kedua.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar