Tunden Nui merupakan destinasi wisata yang menyajikan pemandangan sunrise atau panorama terbitnya matahari. Di saat waktu tertentu, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan embun dari ketinggian.
Pembangunan villa, menurut Hayati, diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menginap dan berlama-lama menikmati kesejukan dan kesegaran bukit Nui.
Hayati menambahkan, pihaknya juga akan melengkapi destinasi wisata tersebut dengan membangun kolam renang mini sehingga diharap dapat menarik minat wisatawan lokal dan luar daerah.
Tunden Nui, lanjut Hayati menerangkan, menawarkan pengunjung untuk menikmati alam terbuka, khususnya bagi mereka pecinta alam yang menyukai kegiatan perkemahan.
“Jadi kami menyediakan Camping Ground atau bumi perkemahan. Tempat ini pernah dikunjungi pecinta alam dari Balikpapan, Penajam, dan dari Kabupaten Paser,” ujarnya.
Berwisata ke Tunden Nui tidak akan merogoh kocek besar sebab dengan cukup membayar karcis Rp5 ribu, sudah bisa menikmati suasana pegunungan yang sejuk dan asri.

Hayati mengakui masih ada kendala yakni kondisi jalan yang belum baik untuk menuju ke sana. Oleh karena itu pemerintah desa setempat akan melakukan perbaikan jalan. Program perbaikan jalan sudah masukkan di Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2024.
Saat ini pemerintah desa setempat menyediakan fasilitas toilet dan parkir gratis, serta aula mini untuk berkumpul dan menggelar kegiatan. Rumah ibadah pun saat ini sedang tahap pembangunan. (Adv)