BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Isran Noor menyambut baik dan memberi apresiasi tinggi kepada Angkasa Pura I yang menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema, “Peluang dan Tantangan Menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara”.
Sehubungan dengan keberlanjutan rebound traffic penerbangan pasca covid dan perkuatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, konektivitas penerbangan sekaligus mendukung Program Pemerintah terkait Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"FGD ini menjadi momentum yang berharga bagi kita semua untuk menggali dan mendiskusikan peluang serta tantangan yang ada dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Negara baru, sambil memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan konektivitas penerbangan," jelasnya pada saat memberikan sambutan pada FGD yang berlangsung di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Rabu (7/6/2023).
Pada kesempatan ini, Gubernur Kaltim menyampaikan beberapa hal yakni, seperti diketahui, bahwa telah melewati periode yang penuh tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada sektor penerbangan, berkat kerja keras dan dedikasi semua pihak terkait, maka telah terjadi pemulihan yang menggembirakan dalam traffic penerbangan.
"Saya percaya bahwa Ibu Kota Negara Nusantara akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri penerbangan kita, pendirian IKN Nusantara bukan hanya sekadar perubahan fisik lokasi Ibu Kota, tetapi juga melibatkan transformasi yang lebih luas dalam berbagai sektor. Dalam konteks ini, konektivitas penerbangan akan memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan IKN Nusantara," jelasnya.
Keberadaan IKN Nusantara telah berkekuatan hukum berdasarkan UU No.3 Tahun 2022, Tentang Ibu Kota Negara begitu pula dengan aktifitas pembangunannya sudah mulai bergerak terutama di Kawasan Inti Ibu Kota, di Sepaku.
Penetapan IKN Nusantara di Kaltim adalah kepercayaan dan kehormatan untuk Pemerintah dan Rakyat Kaltim dari Pemerintah (Presiden).
"Kita tidak pernah meminta, apalagi memaksa IKN harus berlokasi di Kaltim. Sebab itu kita semua berkewajiban mendukung dan mensukseskan IKN, sebagai transformasi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera menuju kejayaan, “Indonesia Emas 2045”," serunya.
Pemindahan IKN menjadi upaya mendorong percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, Pemprov Kaltim meminta kepada daerah-daerah Penyangga IKN di Kabupaten/Kota Se-Kaltim, utamanya pada Daerah-Daerah Penyangga IKN (seperti Samarinda, Balikpapan Penajam, Paser Kutai Barat, Tenggarong dan Bontang), tidak terkecuali Mahakam Ulu dan Berau, untuk menyiapkan infrastruktur penunjang sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik yang sudah ada untuk dikembangkan lebih baik, maupun infrastruktur baru yang perlu segera dibangun.
Dampak Ekonomi perpindahan IKN pada masa Jangka Pendek/Masa Konstruksi yaitu mendorong ekonomi melalui investasi infrastruktur, mendorong perdagangan antar wilayah di Indonesia, mendorong output sektor lain, mendorong penciptaan kesempatan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan Jangka Menengah dan Panjang yaitu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendorong peningkatan sektor non-tradisional, mendorong diversifikasi ekonomi di Kalimantan, meningkatkan perdagangan antar wilayah, ketimpangan pendapatan menurun.
IKN Nusantara dan kota-kota penyangga seperti Balikpapan, dipastikan akan kedatangan banyak penduduk baru tidak hanya penduduk DKI Jakarta, tetapi IKN juga akan menjadi magnet bagi para pencari kerja, sebagai tempat berusaha dan ladang penghidupan baru penduduk dari seluruh Indonesia.
Menurut Bappenas nantinya terdapat pengendalian penduduk (IKN). Selesainya baru pada 2045 yang diperkirakan 1,91 juta penduduk, tahap pertama dari Jakarta ke IKN pada 2024 diperkirakan akan melibatkan 250 ribu penduduk.
"Mereka adalah pekerja konstruksi serta aparatur sipil negara (ASN) dan TNI serta Polri. Bisa dipastikan geliat ini akan mempengaruhi berbagai peningkatan angkutan manusia, baik transportasi udara dan laut menuju ke Kaltim dan IKN," ungkapnya.
Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang terkait dengan IKN Nusantara, dalam hal ini pemerintah, operator bandara, maskapai penerbangan, dan sektor terkait lainnya perlu bekerja sama secara erat untuk memastikan infrastruktur yang memadai, pelayanan yang efisien, dan konektivitas yang kuat.
"Kolaborasi ini akan memperkuat dan memperluas jaringan penerbangan kita, sehingga IKN Nusantara dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Dir Operasional Angkasa Pura I, Indah Priehastuti, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta FGD dengan tema Peluang dan Tantangan menyambut Ibukota Negara Nusantara di Balikpapan.
"Kita tahu pada tahun 2022 merupakan tahun yang sangat menantang setelah banyak hal yang masih terasa mungkin, semua hal yang menjadi pengalaman tak terlupakan, mulai dari peralatan penyesuaian operasional terkait dengan protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19," terangnya.
Untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju dibangun mengubah orientasi pembangunan serta mempercepat transformasi ekonomi, saat ini Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan dan akan tetap terus dilakukan pengembangan dan menjadikannya sebagai pintu gerbang utama masuk Kalimantan Timur.
"Banyak tantangan yang sudah menunggu di depan mata, walaupun saat ini masih dibayangin berbagai macam isu yang berlangsung berkepanjangan dan istilah lainnya yang berpotensi menganggur positif recovery traffic yang sedang kita rasakan dan kita laksanakan," paparnya.
Namun tentunya, harus tetap menatap ke masa depan dengan positif sehingga percaya bahwa dengan bergandengan tangan erat bersama, senantiasa berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa semua tantangan dapat dilewatkan.
"Kami berharap bisa bersama-sama melakukan penguatan energi dan inovasi yang berkelanjutan, mulai dari Airlines instansi pemerintah dan non pemerintah serta bandara sendiri, dalam rangka memberikan layanan terbaru," ujarnya.
Hal ini menjadi kunci dan menjawab tantangan yang ada dan akan selalu terbuka dalam mendengarkan dan menerima masukan serta berdiskusi bersama-sama, menyokong kebangkitan kembali pariwisata dan transportasi udara di Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar