Saat ini hingga bulan Desember 2023, dilakukan pengerjaan strukturnya yang akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Pelayanan jantung ini melayani seluruhnya baik anak sampai dewasa, hingga bedah jantung terbuka.
"Semua layanan jantung kita usahakan bisa dilayani di gedung pelayanan jantung terpadu itu," terangnya.
Anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 380 miliar itu hanya untuk pembangunan gedung hingga finishing gedung belum dengan alatnya. "Seiring pembangunan kita ajukan peralatan, sehingga begitu bangunan jadi, peralatan bisa masuk semua. Targetnya tahun 2025 awal kita sudah bisa pakai," jelasnya.
Memang di RSKD belum ada layanan jantung terbuka, sehingga dengan adanya pembangunan layanan jantung pasien bisa dikerjakan di RSKD dengan didampingi oleh Rumah Sakit Harapan Kita, tidak harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS). Apalagi RSUD AWS daftar tunggunya sudah penuh, banyak pasiennya.
"Kita utamakan layanan bedah jantung anak. Penyakit jantung ini kan nomor 2 penyebab kematian tinggi setelah kanker, jadi harus betul-betul diperhatikan," serunya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar