BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor melakukan Ground Breaking pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu di Rumah Sakit Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, pada hari Senin (5/6/2023).
Isran mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim mendukung pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu di RSKD Balikpapan, dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 380 miliar. "Support berupa anggaran," ujarnya kepada awak media.
Sistem anggaran pengerjaan pembangunan ini secara kontrak tahunan bukan dengan multi years, karena tidak sesuai dengan aturan kalau multi years. Harus sesuai dengan masa jabatan Kepala Daerahnya dalam hal ini Gubernur Kaltim yang akan berakhir. "Target sekitar dua atau tiga tahun. Dana kita cukup," ucapnya.
Dengan adanya penambahan pelayanan jantung di RSKD Balikpapan, tentunya Kaltim semakin berperan. "Bagus, jadi bukan hanya melayani jantung masyarakat yang ada di Kaltim tapi bisa di seluruh wilayah Indonesia," terangnya.
Sementara itu, Direktur RSKD Balikpapan, dr Edy Iskandar mengatakan pembangunan Rumah Sakit Jantung Terpadu dilakukan secara dua tahap. "Tahun ini struktur arsitektur dan tahun depan, tahap kedua baru finishing arsitekturnya," katanya.
Saat ini hingga bulan Desember 2023, dilakukan pengerjaan strukturnya yang akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Pelayanan jantung ini melayani seluruhnya baik anak sampai dewasa, hingga bedah jantung terbuka.
"Semua layanan jantung kita usahakan bisa dilayani di gedung pelayanan jantung terpadu itu," terangnya.
Anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 380 miliar itu hanya untuk pembangunan gedung hingga finishing gedung belum dengan alatnya. "Seiring pembangunan kita ajukan peralatan, sehingga begitu bangunan jadi, peralatan bisa masuk semua. Targetnya tahun 2025 awal kita sudah bisa pakai," jelasnya.
Memang di RSKD belum ada layanan jantung terbuka, sehingga dengan adanya pembangunan layanan jantung pasien bisa dikerjakan di RSKD dengan didampingi oleh Rumah Sakit Harapan Kita, tidak harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS). Apalagi RSUD AWS daftar tunggunya sudah penuh, banyak pasiennya.
"Kita utamakan layanan bedah jantung anak. Penyakit jantung ini kan nomor 2 penyebab kematian tinggi setelah kanker, jadi harus betul-betul diperhatikan," serunya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar