“Kalau memang pakai biaya sendiri pastinya tidak sanggup saya. Dulu saya pernah lihat obat nyeri harganya sekitar 2 juta, belum lagi yang lain seperti biaya kemoterapi dan radioterapi, pastinya biayanya sangatlah besar. Adanya BPJS Kesehatan ini bagi saya sangat membantu sekali, selama saya berobat juga tidak ada biaya tambahan yang saya keluarkan,” lanjut Murjoko.
Saat ini dirinya berprofesi sebagai seorang guru disalah satu sekolah di Kabupaten Paser. Dirinya sudah sejak tahun 2020 menjalani pengobatan penyakit kankernya tersebut. Kini, setiap 3 bulan sekali ia melakukan kontrol di rumah sakit di Kota Balikpapan.
Memang jarak yang ditempuh cukup jauh, antara kediamannya dengan rumah sakit. Namun, dengan adanya Aplikasi Mobile JKN dirinya cukup terbantu untuk mengambil nomor antrean secara online.
“Adanya Aplikasi Mobile JKN ini menurut saya sangat membantu. Khususnya untuk mengambil nomor antrean di rumah sakit dan juga memperlihatkan kartu peserta JKN. Saya sekarang sudah tidak pernah lagi membawa kartu BPJS Kesehatan, cukup bawa handphone saja. Untuk keperluan lainnya juga saya pernah gunakan, seperti melakukan perubahan data,” lanjut Murjoko.
Sebagai informasi, BPJS Kesehatan telah menyediakan kanal layanan yang dapat memudahkan peserta untuk mengakses layanan seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Melalui Whatsapp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA) dan Care Center 165.
Diakhir, Murjoko sangat berharap pelayanan BPJS Kesehatan maupun rumah sakit terus menjadi lebih baik lagi. Walaupun pelayanan ini sudah sangat baik menurutnya, jika ditingkatkan makin dapat bermanfaat bagi masyarakat maupun peserta BPJS Kesehatan lainnya. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada para petugas rumah sakit dan BPJS Kesehatan yang melayani peserta tanpa ada perbedaan. (*)





