Mukhtarudin dari Fraksi Golkar turut menyampaikan apresiasi atas kinerja SKK Migas dan PHM. Mukhtarudin menilai bahwa untuk menaikkan lifting, aktifitas hulu migas harus ditingkatkan dan tentunya Pemerintah harus turut mendorong melalui regulasi yang mendukung.
Menanggapi hasil tersebut, Wahju menambahkan bahwa SKK Migas mengajukan insentif migas tidak untuk seluruh lapangan migas. SKK Migas melakukan seleksi ketat untuk lapangan-lapangan yang sangat membutuhkan insentif.
"Tanpa insentif, keekonomian kita menjadi tidak feasible. Proses (pengajuan insentif) ini juga diuji oleh SKK Migas sebelum akhirnya disetujui oleh Kementerian ESDM,” papar Wahju.
Direktur Utama PHE, Wiko Migantoro menambahkan, PHM terus mengembangkan berbagai teknologi dan inovasi untuk menemukan sumber cadangan migas baru dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
“Kami terus melakukan kegiatan pemboran sumur-sumur baru sebagai langkah strategis dalam menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga tingkat produksi migas dari lapangan-lapangan yang sudah mature,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Wiko, aplikasi teknologi dan inovasi juga diterapkan dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivitasi sumur-sumur untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dan usia sumur yang lebih panjang.
Wiko pun berharap kunjungan ini dapat meningkatkan sinergi antar lembaga dan memberikan dukungan yang signifikan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar