PT Pertamina Hulu Mahakam

PT PHM Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Dukung Pemberian Insentif Bagi Industri Hulu Migas Nasional

lihat foto
Anggota Tim Komisi VII DPR RI saat berfoto bersama dengan jajaran management dari SKK Migas, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Hulu Indonesia, dan PT Pertamina Hulu Mahakam. Foto: HO/PT PHM.
Anggota Tim Komisi VII DPR RI saat berfoto bersama dengan jajaran management dari SKK Migas, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Hulu Indonesia, dan PT Pertamina Hulu Mahakam. Foto: HO/PT PHM.

Wahju menjelaskan, tanpa berbagai upaya yang telah ditempuh oleh PHM, produksi migas WK Mahakam akan turun sebesar 50 persen. Hal ini tentu akan berimbas pada berbagai aspek. Salah satunya, dengan ketiadaan gas feed, Kilang Bontang tidak akan mampu beroperasi lagi di tahun 2025.

“Dengan pemberian insentif, PHM mampu menyusun program kerja yang dapat memberikan peningkatan total produksi dan memperpanjang lifetime WK Mahakam. Selain itu, pemberian insentif memberikan waktu untuk mengembangkan hasil eksplorasi, contohnya Discovery Manpatu pada tahun 2022,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Dony Maryadi Oekon, S.T. menyampaikan bahwa di tengah proses transisi energi yang sedang berlangsung, migas masih memiliki peran yang esensial. Migas terus dibutuhkan sebagai sumber energi dan bahan baku untuk berbagai industri. "Tantangannya adalah untuk mencapai lifting yang ditargetkan, hal ini tidak mudah,” ujar Dony.

Selain itu menurut Dony, tantangan lain yang dihadapi usaha hulu migas Indonesia saat ini adalah minimnya investor dalam beberapa tahun terakhir.

“Saat ini banyak pihak investor yang tidak mau menanam investasinya di Indonesia. Ini yang kemudian menjadi bahasan di Komisi VII DPR RI untuk segera menyelesaikan UU Migas. Diharapkan para investor atau kontraktor lain akan kembali berinvestasi di Indonesia,” tandasnya.

H. Dony Maryadi Oekon, ST dari Fraksi PDI Perjuangan yang bertindak sebagai Ketua Tim Kunjungan Kerja saat memimpin diskusi pada acara Focus Group Discussion. Foto: HO/PT PHM.
H. Dony Maryadi Oekon, ST dari Fraksi PDI Perjuangan yang bertindak sebagai Ketua Tim Kunjungan Kerja saat memimpin diskusi pada acara Focus Group Discussion. Foto: HO/PT PHM.

Melalui kunjungan kerja ini Dony berharap Timnya dapat memperoleh informasi yang komprehensif terkait kondisi terkini WK Mahakam yang akan ditindaklanjuti dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama mitra-mitra terkait sesuai dengan fungsinya.

Lamhot Sinaga dari Fraksi PDIP turut menyampaikan pendapatnya terkait insentif migas. Menurutnya, melalui pemberian insentif migas, produksi menjadi lebih atraktif dan rebound.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar