"Konsep dari teman-teman ingin menggambarkan bahwa ada ikon Balikpapan. Kebetulan Balikpapan jadi kota penyangga IKN. Karena turunan Rapak ini identik dengan seram, gimana caranya kita mengaplikasikan supaya tidak berkesan horor lagi dan menyambut ibu kota negara (IKN)," jelas Wahyu, dikutip Rabu (1/2/2023).
Untuk menghasilkan gambar yang indah di sana, mereka membutuhkan sekitar 500 kaleng cat semprot.
Selain itu juga Wahyu ingin membuktikan bahwa karya seniman mural di Balikpapan tak kalah dengan daerah lainnya.
"Ini inisiatif kami, terus kami hubungi orang PU (Pekerjaan Umum kota Balikpapan) nya selaku penanggung jawab pengerjaan. Semua biayanya ditanggung oleh PU," ucapnya.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Kaltim Junaidi melalui Kasatker PJN Wilayah I, Rahmad Fajar mengatakan bahwa adanya lukisan mural itu dilakukan agar dapat menghilangkan kesan horor di sana.
Mengingat simpang Muara Rapak kerap terjadi kecelakaan yang mematikan, seperti yang terjadi setahun silam.
Cat yang digunakan pun diakui Rahmad merupakan cat pilihan. Cat juga akan dilapisi dengan lapisan coating sehingga tahan untuk waktu lama.
"Kami juga cukup surprise ya ternyata Balikpapan punya seniman mural yang berbakat, buktinya lukisannya sangat indah," katanya.
Dia juga berharap tak ada tangan jahil yang mengotori mural yang sudah diciptakan oleh anak muda Balikpapan ini.
"Jangan sampai ada yang mencoret-coret, kami berharap masyarakat ikut menjaga karya seni ini," kata Rahmad.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar