BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, dalam rangka Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Tahun 2022, di Halaman Kantor Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, pada hari Rabu (21/12/2022).
Kegiatan berlangsung mulai tanggal 21-23 Desember 2023 yang diikuti 17 tenant diantaranya Bulog, Wings, Indoguna, Gabungan Kelompok tani serta mitra DP3 Kota Balikpapan.
"Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk kepedulian Pemkot Balikpapan terhadap kenaikan inflasi di daerah, yang saat ini terjadi di Kota Balikpapan. Hal ini tentunya cukup memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan terutama untuk kebutuhan bahan pangan pokok," ujar Kepala DP3 Kota Balikpapan Heria Prisni.
Tujuan dari Gerakan Pangan Murah, untuk memudahkan masyarakat Kota Balikpapan mendapatkan pangan murah dengan mudah dan terjangkau.
"Kami menampilkan langsung para petani yang menjual bahan sayur mayur yang dihasilkan di Kota Balikpapan dan bekerja sama dengan distributor di Kota Balikpapan," ucapnya.
Memang sebagian besar barang yang dijual dengan harga distributor, sehingga harga yang diberikan lebih murah dari harga di pasar. Gerakan Pangan Murah ini digelar setiap hari besar atau momentum tertentu.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dibuka pukul 08:30-12:00 WITA dirangkai dengan vaksinasi Covid-19 dan juga vaksinasi rabies untuk kucing. "Kami menyediakan 200 dosis untuk vaksinasi rabies kucing secara gratis. Kami juga tetap pelayanan steril untuk kucing," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Bambang Setyo Pambudi berharap dengan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga dan ketersedian bahan pangan dengan harga terjangkau, khususnya dalam rangka penyediaan bahan pangan. Pasalnya, dengan inflasi tentunya daya beli masyarakat akan semakin menurun.
"Seluruh anggota TPID terutama dari OPD di Pemkot Balikpapan agar terus bersinergi untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka gerakan nasional pengendalian inflasi pangan," terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.
Walaupun Gerakan Pangan Murah ini berakhir, pasar murah tetap melaksanakan dengan menyasar kepada titik masyarakat yang membutuhkan, sehingga pengendalian inflasi di Kota Balikpapan dapat dikendalikan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar