BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Koramil 0905-01/ Balikpapan Utara-Tengah, melalui Babinsa selalu siap siaga menghadapi situasi bencana yang terjadi, salah satunya yang terjadi di wilayah Balikpapan Utara.
Hal ini yang disampaikan Danramil 0905-01 Balikpapan Utara-Tengah Mayor Inf Suryaman, kepada BorneoFlash.com, Minggu (9/10/2022).
Suryaman memberikan contoh kejadian longsor yang terjadi di Kelurahan Graha Indah, akibat hujan deras yang terus menerus mengguyur Kota Balikpapan, sehingga mengakibatkan longsor di RT 52 Jalan Sangga Buana pada tanggal 3 Oktober 2022. Kemudian, terjadi lagi longsor di RT 44 yang terjadi Minggu 9 Oktober 2022.
"Ini menjadi pertanda bahwa seluruh warga masyarakat harus selalu siaga menghadapi bencana baik banjir maupun tanah longsor, sehingga peran Babinsa ikut andil dalam memberikan himbauan kepada masyarakat, agar waspada terutama kepada warga-warga yang mendiami rumah di lereng-lereng kontur tanah yang rawan longsor," terangnya.
Dalam menghadapi cuaca extrem yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Kota Balikpapan, seluruh aparat pemerintahan, BPBD, Relawan dan unsur kemanusiaan lainnya tak terkecuali aparat kewilayahan Babinsa selalu siap siaga, untuk membantu masyarakat Balikpapan dalam menghadapi bencana.
Suryaman mengungkapkan, Babinsa Graha Indah Pelda Susilo mendatangi lokasi tanah longsor yang bertempat di Jalan Soekarno Hatta Gang Perdana RT 44 Kilometer 6 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, Minggu (9/10/2022) sekitar pukul 10:00 WITA.
"Babinsa mendatangi lokasi tanah longsor akibat curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di Kota Balikpapan," ujarnya.
Adapun data keluarga yang terdampak tanah longsor yakni Rais (45) tahun. Sedangkan, kondisi rumah yang terjadi dinding rumah bagian belakang jebol. Yang kedua, Suselo (37) dengan kondisi rumah lantai rumah bagian belakang rusak. Namun, kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Saat ini kedua keluarga telah dilakukan evakuasi ke rumah keluarga masing-masing baik penghuni rumah maupun perabotan rumah tangga, untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk.
"Warga yang terdampak longsor membangun rumahnya di area tanah yang memang secara bentuk maupun kontur geografis sangat curam, yang memang selama ini tercatat sebagai daerah rawan longsor di Graha Indah," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar