BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah telah menetapkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Penetapan pemindahan IKN tersebut disambut dan didukung seluruh masyarakat Kaltim, baik dari adat Kaltim maupun dari paguyuban yang berada di Kaltim.
Salah satu dukungan datang dari paguyuban Kota Balikpapan yakni, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan.
Ketua Badan Pengurus Wilayah KKSS Balikpapan Muhammad Adam Sinte menyampaikan, warga Balikpapan mendukung pemindahan dan pembangunan IKN.
Walaupun, pembangunan IKN masih dalam proses yang cukup panjang, tetapi masyarakat konsisten mendukung adanya IKN di Kaltim.
"Adanya IKN di Kaltim memberikan dampak pada kemajuan pembangunan di wilayah sekitar, tidak hanya Kaltim saja tetapi juga di Sulawesi dan sekitarnya," ujarnya kepada awak media, Selasa (04/10/2022).
Tak hanya itu, pemerataan ekonomi pun juga dirasakan bukan hanya masyarakat Kaltim saja tetapi di wilayah sekitar Kaltim, sehinggaIKN di Kaltim memberikan pembangunan maupun ekonomi menjadi merata di Indonesia dan tidak terfokus di pulau Jawa saja.
Dengan demikian, masyarakat khususnya Kota Balikpapan harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, supaya dapat bersaing dan tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
Pasalnya, IKN nanti akan mendatangkan sekitar 800 ribu hingga 1 juta jiwa yang memerlukan berbagai macam kebutuhan.
Anggota DPRD Provinsi Kaltim berharap, Pemerintah dapat melibatkan tenaga kerja dalam pembangunan IKN maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk sektor informal lainnya. "Pentingnya pelaku usaha lokal, untuk mengambil peran," ungkapnya.
Adam mengatakan, untuk melancarkan proses pembangunan IKN, Provinsi Kaltim maupun Kabupaten Kota yang bersinggungan dengan IKN, akan melakukan penyesuaian Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Hal ini sebagai bentuk bahwa masyarakat Kaltim siap dan mendukung adanya IKN di Kaltim.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar