BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Apical Group bekerjasama dengan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) terus berupaya menyelenggarakan operasi pasar minyak goreng curah di beberapa pasar di Kalimantan Timur (Kaltim), untuk mempermudah masyarakat mendapatkan harga minyak goreng yang lebih terjangkau.
Kenaikan harga minyak goreng juga dipicu oleh naiknya harga CPO internasional yang cukup tinggi sehingga berdampak ke seluruh Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur.
Pelaksanaan operasi pasar minyak goreng curah teruntuk pedagang pasar Sepinggan ditinjau langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.
Kedatangan Kapolda Kaltim untuk memastikan pendistribusian yang menjadi program Pemerintah ini lancar. Begitu juga, seluruh penyaluran minyak goreng curah terbagi rata.
"Alhamdulillah, ini sudah dibuat mekanisme yang bagus pedagang dikasih kupon dengan waktu yang sudah ditentukan, sehingga tidak terjadi antri panjang serta stok pedagang tersedia," jelasnya.
Sementara itu, Head of Social Security and License Apical Group Balikpapan, M Jaya budiarsa berharap semua daerah di wilayah Kalimantan Timur dapat terpenuhi kebutuhan minyak goreng curah ini.
"Kami bekerjasama dengan RNI untuk bisa masuk ke daerah-daerah yang terdampak kekurangan minyak goreng dapat kita tutupi," ucapnya.
Sejauh ini, Apical bersama RNI telah mendistribusikan minyak curah di Kota Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar) termasuk berencana akan mendistribusikan Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Namun, setiap daerah pendistribusian minyak goreng curah berbeda satuannya, karena semua itu tergantung dari kebutuhan dan kesanggupan dari pihak RNI sebagai distributor. Hingga saat ini, total pendistribusian minyak goreng curah di Kaltim sudah mencapai 140 ton.
Operasi pasar minyak goreng curah ini sudah didistribusikan sejak bulan Februari 2022 di Kota Balikpapan maupun Samarinda.
"Yang paling tinggi kebutuhan minyak goreng curah di Kota Samarinda sekitar 60-70 ton," terang Budiarsa.
Kendati begitu, Apical mampu mendistribusikan hingga 1000 ton untuk wilayah Kaltim, sehingga masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir untuk persediaan minyak goreng curah di Kaltim.
"Kita satu juta liter bisa didistribusikan, tinggal persiapan distributor dan pasarnya. Kita juga masukkan ke Sumatera dan Jawa," serunya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang PT RNI Balikpapan Agus Parjo menyebutkan sebanyak 7,4 ton minyak curah didistribusikan kepada pedagang di Pasar Sepinggan Balikpapan, Rabu (23/3/2022).
"Kami distribusikan kepada pedagang pasar Sepinggan sekitar 7 ribu ton, sisanya untuk susutnya baik di tangki maupun penimbangannya," ujarnya.
Agus menerangkan pedagang pasar Sepinggan yang mendapatkan alokasi minyak goreng curah sebanyak 45 pedagang.
Saat ini, kebutuhan pasar cukup tinggi dari total kebutuhan yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar mencapai 32 ton tetapi yang baru didistribusikan sekitar 14 ton.
"Jadi masih ada 18 ton yang nanti akan kami distribusikan disini," imbuhnya.
Program pendistribusian PT RNI dengan PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) ini hingga sampai 31 Mei 2022 selanjutnya akan menunggu regulasi baru. "Apakah nanti ada regulasi baru atau apakah tidak ada," paparnya.
Sebagai informasi, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 11 tahun 2022 Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar