Di tingkat daerah, Aliansi Balikpapan Bergerak turut menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap mendesak, seperti meningkatnya kasus kriminalitas, maraknya kendaraan yang parkir di bahu jalan, serta minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah wilayah.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan sekitar SPBU Km 15. Menurut Wisnu, banyak kendaraan yang parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, pihaknya mempertanyakan progres pemasangan PJU yang sebelumnya ditargetkan mencapai 1.600 titik. Mereka meminta Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat realisasi program tersebut, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Masih banyak ruas jalan yang minim penerangan. Ini menjadi perhatian karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan potensi tindak kriminalitas,” ujarnya.
Aliansi Balikpapan Bergerak juga menyinggung sejumlah isu pelayanan publik lainnya, termasuk pelayanan kesehatan di RS Sayang Ibu dan beberapa persoalan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Terkait tuntutan nasional, Wisnu kembali menegaskan pentingnya evaluasi terhadap prioritas penggunaan APBN, khususnya dalam menyeimbangkan kebutuhan program pembangunan dengan perlindungan daya beli masyarakat melalui kebijakan energi.
“Kami mempertanyakan mana yang menjadi prioritas hari ini. Ketika masyarakat menghadapi persoalan BBM, pemerintah juga perlu memastikan ada ruang anggaran yang cukup untuk mengantisipasi kondisi tersebut,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Balikpapan Bergerak berharap para pemangku kebijakan, termasuk perwakilan pemerintah dan pihak terkait seperti Pertamina, dapat hadir untuk mendengarkan secara langsung aspirasi yang disampaikan.
“Kami ingin ada dialog dan respons nyata terhadap tuntutan yang kami sampaikan. Aspirasi ini merupakan suara masyarakat yang terdampak langsung oleh berbagai persoalan tersebut,” tutup Wisnu.
Dalam aksi ini, para mahasiswa dan mahasiswi membawa spanduk dan poster yang berisikan seruan yang disampaikan. Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlanjut, para mahasiswa berdialog dengan para pimpinan DPRD Balikpapan dan pejabat Pemkot Balikpapan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar