BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Aliansi Balikpapan Bergerak menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah pusat dan sembilan tuntutan kepada pemerintah daerah, dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar di depan Kantor DPRD Balikpapan, pada Senin (15/6/2026).
Koordinator Lapangan Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Nugroha, mengatakan isu utama yang diangkat dalam aksi tersebut adalah persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya ketersediaan Pertalite di Balikpapan yang dinilai masih menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Wisnu, kondisi global, termasuk situasi di Selat Hormuz, turut berdampak terhadap harga energi. Namun demikian, pemerintah pusat diminta melakukan evaluasi terhadap kebijakan anggaran negara, agar subsidi energi mendapat perhatian yang lebih besar.
“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi ruang fiskal APBN. Jangan hanya fokus pada program MBG dan Koperasi Desa, tetapi juga memperhatikan subsidi energi yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Wisnu menilai kenaikan harga BBM memiliki dampak berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari harga bahan pokok hingga biaya transportasi. Isu energi menjadi salah satu fokus utama yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Selain itu, pihaknya menyoroti distribusi Pertalite di Balikpapan yang dinilai belum optimal. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan aliansi ke sejumlah SPBU, masih ditemukan keterbatasan layanan bagi pengguna kendaraan roda dua serta persoalan jam operasional penyaluran BBM bersubsidi.

“Kami meminta Pemerintah Kota Balikpapan melakukan evaluasi terhadap distribusi dan jam operasional Pertalite. Sampai hari ini masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkannya, terutama rekan-rekan pengemudi ojek online,” katanya.
Aliansi juga meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk dugaan pengetapan Pertalite yang masih ditemukan di lapangan.
“Beberapa kali kami melihat kendaraan dengan tangki berkapasitas besar mengantre pada jam operasional penyaluran BBM bersubsidi. Kami berharap ada pengawasan yang lebih ketat,” tambahnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar