Selain meningkatkan kualitas layanan, program pelatihan tersebut juga diyakini dapat menjadi solusi untuk menekan keberadaan juru parkir liar yang selama ini berkontribusi terhadap kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Celni, pengelolaan parkir yang tertib dan berbasis sistem akan memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan penerimaan daerah.
"Dengan adanya pelatihan ini, bisa mengurangi juru parkir liar yang sering menyebabkan kebocoran PAD dari sektor perparkiran," katanya.
Celni juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pemasangan perangkat digital dan target pendapatan, tetapi turut memastikan para juru parkir yang telah terdaftar memperoleh pembinaan dan pelatihan yang memadai.
"Juru parkir yang sudah didaftarkan Dishub dan OPD terkait juga wajib dilatih. Jangan sampai mereka tersingkir karena tidak paham teknologi," tegasnya.
Ia berharap pelatihan tersebut segera dirancang bersama operator parkir dan penyedia teknologi agar implementasinya tepat sasaran.
Dengan demikian, modernisasi sistem parkir tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberdayakan masyarakat lokal. (*/advdprdsamarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar