Berita Kalimantan Timur

BAKTI Nyalakan Asa Pendidikan di SD Terluar Kabupaten Berau

lihat foto
Kepala SDN 001 Payung-Payung, Bahridin saat menerima kunjungan Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar, pada Kamis (1/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala SDN 001 Payung-Payung, Bahridin saat menerima kunjungan Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar, pada Kamis (1/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BERAU - Anak-anak di ujung utara Kabupaten Berau kini tidak lagi tertinggal. Langkah kaki mereka terdengar riuh menuju ruang kelas SD Negeri 001 Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua. 

Di salah satu sekolah terluar ini, sebuah perubahan teknologi sedang mengubah cara mereka melihat dunia. Pancaran sinyal internet kini menjadi urat nadi baru yang mengalirkan ilmu pengetahuan ke ruang kelas mereka.

Dulu, bayang-bayang ketertinggalan selalu menghantui proses belajar mengajar di pulau ini. Guru harus memutar otak untuk mengenalkan materi terkini tanpa bantuan dunia maya. 

Sekarang, internet bukan lagi sekadar pelengkap fasilitas sekolah. Jaringan digital ini telah menjelma menjadi kebutuhan utama setara buku dan pensil bagi para siswa.

Kehadiran layanan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung mengubah wajah sekolah. 

Pemanfaatan jaringan di SDN 001 Payung-Payung bahkan mencatatkan angka tertinggi di wilayahnya. Para guru dan siswa kini bisa memanfaatkan metode pengajaran sesuai perkembangan jaman. 

Petugas administrasi sekolah juga menyelesaikan laporan online dengan cepat tanpa harus menyeberang lautan.

Perjuangan menghadirkan sinyal ini sebenarnya memakan waktu yang sangat panjang. Pihak sekolah dan warga telah mengajukan usulan peningkatan infrastruktur sejak satu dekade lalu. 


Penantian sepuluh tahun itu akhirnya terbayar lunas lewat pancaran internet yang andal. Langkah ini membawa angin segar bagi masa depan anak-anak pesisir Maratua.

"Keberadaan internet saat ini sangat penting untuk dunia pendidikan maupun pelayanan pemerintahan kampung," ujar Kepala SDN 001 Payung-Payung, Bahridin.

Meski begitu, tantangan nyata belum sepenuhnya sirna dari pulau terluar ini. Para guru dan siswa terkadang masih harus berkompromi dengan keterbatasan jaringan lokal. 

Namun, keterbatasan tersebut tidak sedikit pun menyurutkan semangat belajar anak-anak laut. Mereka tetap tekun menatap layar digital demi merajut cita-cita setinggi langit.

Dampak positif teknologi ini pun dinikmati warga sekitar. Ini yang menjadi kendala di lapangan. 

Di mana masih kerap terjadi saat jumlah pengguna meningkat karena jaringan internet di sekolah tersebut juga dapat diakses masyarakat sekitar. Otomatis akses untuk pihak sekolah menjadi lambat karena keterbatasan kuota yang tersedia.

“Kami sangat apresiasi upaya dari pemerintah. Tinggal penguatan saja. Akses kami sering terganggu saat yang pakai internet banyak. Harusnya ada jalur khusus untuk kami yang di sekolah,” tambah Bahridin. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar