Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kawasan Nusantara dan sekitarnya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Menurutnya, komitmen Otorita IKN dalam melakukan pemulihan lingkungan dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak, khususnya perusahaan tambang, untuk ikut bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Saya sangat bahagia mendengar Kepala Otorita IKN sangat concern terhadap lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup sepenuhnya mendukung. Niat Otorita IKN untuk menanam di bekas area tambang mudah-mudahan dapat menginspirasi para pemilik tambang agar ikut memastikan proses pemulihan lahan pascatambang berjalan dengan baik,” ujar Jumhur.
Ia menilai rehabilitasi kawasan bekas tambang menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, pemerintah mengajak seluruh masyarakat menjadikan Gerakan ASRI sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas lingkungan hidup, meningkatkan kesadaran kolektif terhadap perubahan iklim, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai kota masa depan yang mengusung konsep forest city, IKN terus berupaya menempatkan aspek keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan.
Berbagai program penghijauan, rehabilitasi lahan, hingga pengelolaan lingkungan terpadu diharapkan mampu menjadikan Nusantara sebagai contoh kota modern yang tumbuh selaras dengan alam. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar