Otorita IKN

Dampak IKN Mulai Terasa, Ekonomi PPU Tumbuh Hampir 20 Persen dan Kawasan Greater Nusantara Siap Dikembangkan

lihat foto
Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menyelenggarakan Jumat Belajar membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi di Kantor Otorita IKN, pada Jumat (05/06/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menyelenggarakan Jumat Belajar membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi di Kantor Otorita IKN, pada Jumat (05/06/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

Selain itu, pengalaman kawasan Emilia-Romagna di Italia juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi regional mampu memperkuat ekonomi daerah dengan menghubungkan kebutuhan pasar global dan kapasitas inovasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara dari Indonesia, pengalaman pengelolaan kawasan Jabodetabekpunjur menunjukkan bahwa keberhasilan kerja sama antardaerah tidak hanya membutuhkan regulasi yang kuat, tetapi juga mekanisme implementasi yang efektif dan berkelanjutan.

Konsep Greater Nusantara
Seiring perkembangan pembangunan IKN, konsep Tiga Kota yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 kini berkembang menjadi konsep Greater Nusantara.

Kawasan ini mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Perluasan tersebut dilakukan karena kedua kabupaten memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan IKN, baik sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, simpul logistik, kawasan industri, maupun bagian dari rantai pasok ekonomi regional.

Profesor dari Toyo University, Norihisa Shima, menilai dampak pembangunan IKN akan semakin besar apabila setiap daerah memiliki fungsi yang jelas dan saling terintegrasi.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar. Karena itu sangat penting bagi IKN untuk berkolaborasi dengan wilayah di sekitarnya. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing yang saling terhubung,” katanya.

Senada dengan itu, Profesor Fumihiko Seta dari The University of Tokyo mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara yang dinilainya berlangsung sangat cepat dibandingkan sejumlah ibu kota baru yang pernah ia kunjungi.

lihat foto
Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menyelenggarakan Jumat Belajar membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi di Kantor Otorita IKN, pada Jumat (05/06/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menyelenggarakan Jumat Belajar membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi di Kantor Otorita IKN, pada Jumat (05/06/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru dan sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin ke depan akan semakin banyak orang datang ke sini. Karena itu, sangat penting bagi Nusantara untuk mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ujarnya.

Melalui pengembangan konsep Greater Nusantara, Otorita IKN berharap manfaat pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan ibu kota baru, tetapi juga menyebar ke daerah-daerah sekitarnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antarwilayah, Nusantara diharapkan tumbuh sebagai pusat pemerintahan sekaligus motor penggerak ekonomi regional yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar