Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa partisipasi PLN melalui YBM dalam Program GENTING merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini.
“Kami meyakini bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui YBM PLN, kami berupaya mengambil bagian dalam mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas, karena generasi yang sehat hari ini akan menjadi fondasi pembangunan bangsa di masa depan,” kata Chaliq.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan langkah penting untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Melalui verifikasi langsung, kami dapat memastikan kesesuaian data calon penerima manfaat dengan kondisi di lapangan sehingga bantuan yang nantinya disalurkan benar-benar tepat sasaran. Langkah ini juga membantu kami memahami kebutuhan masing-masing keluarga agar program dapat memberikan manfaat yang optimal,” jelasnya.

Adrian menambahkan, hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penetapan penerima manfaat Program GENTING. Melalui sinergi antara pemerintah, YBM PLN, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kota Samarinda.
Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, PLN melalui YBM akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, PLN berharap dapat turut mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar